Tampilkan postingan dengan label Fotografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fotografi. Tampilkan semua postingan

Fotografer Ini Berhenti Terima Job Foto Prewedding

30 November 2017 0 Komentar



"Tidak ada satupun ulama/ustadz yang menyatakan foto Prewedding itu Halal. 
MUI pun jelas menyatakan Prewedding itu Haram.."

Untuk pasangan yang hendak melaju ke pelaminan, tidak afdol bila sebelumnya tidak melakukan foto Prewedding. Zaman sekarang, foto Prewedding semacam menjadi kebutuhan tersendiri bagi calon pasangan suami-istri.

Tak heran bila sekarang banyak sekali Fotografer yang menyediakan jasa foto Prewedding dengan segala promo-promo menarik. Tak hanya itu, guna merekam setiap momen perjalan pernikahan, para Fotografer juga berlomba-lomba membuat promo menarik seperti paket komplit mulai dari Prewedding, Wedding hingga Postwedding.

Namun berbeda dengan Fotografer andal yang satu ini, saat banyak Fotografer bersaing untuk bisa memberikan jasa foto Prewedding, ia malah berhenti memberikan jasa tersebut.

Ia adalah Hendy Wicaksono, Fotografer yang jasanya sudah sering dipakai oleh tokoh publik hingga artis-artis ibukota. YouTuber Arief Muhammad pernah menggunakan jasanya saat menikahi Tiara Pangestika. Tak hanya itu, artis cantik Fanny Ghassani dan Ridwan Ghany juga pernah menggunakan jasanya saat menikahi pasangannya masing-masing.

Melalui akun Facebook dan Instagram pribadinya, Hendy Wicaksono memberikan keputusan bahwa dirinya tidak lagi mau menerima job untuk Prewedding. Pernyataan tersebut ia unggah pada hari Minggu 26 November 2017.

Keputusannya yang mengejutkan beberapa pihak ini pun tentu saja beralasan. Ada beberapa hal yang membuatnya mantap untuk menghentikan jasa yang sedang dicari banyak pasangan ini. Keputusannya ini pun terkait dengan halal tidaknya Prewedding dilakukan kepada pasangan yang belum sah dan resmi menikah.

Bahkan, ia sebagai Fotografer merasa bersalah karena menjadi salah satu penggagas dari jasa Prewedding ini. Simak pernyataan Hendy Wicaksono ini:

"Tidak ada satupun ulama/ustadz yg menyatakan kalo Prewedding itu Halal..
MUI pun jelas menyatakan Prewedding itu Haram..
Lalu bagaimana bisa saya memohon pekerjaan yg saya lakukan barokah.. dan halal.. kalo yg saya lakukan adalah hal yg jelas Haram..

Sudah bertahun tahun pernyataan itu saya dengar..
Dan dengan bodohnya saya masih cuek bebek..
Seolah olah.. demi sebuah “mata pencarian” saya buat hal ini menjadi “Halal”.. saya kiaskan itu semua dengan sebuah sebutan “karya”..
Faisal Haris Kaya, Penampilan Ibunya Sekilas Biasa Saja, Tapi Tangannya Bikin Syok, Netizen: Astaga
Bertahun tahun saya merasa menjadi penggagas perilaku mereka yg belum muhrim/halal untuk 
Berpegangan Tangan, Berpelukan, hingga Berciuman.. Astaghfirullah..
Hingga mereka pun yg sdh menutup aurat, saya dengan egois dan benar benar menutup hati mengajak mereka melakukan prewedding dgn berbagai macam alasan kalo hal ini “biasa”..Tanpa memperhatikan Apa yang akan masuk kedalam perut anak istriku dr nafkah yg Haram itu..
Pernikahan itu adalah hal baik.. maka jangan lah hal yg menuju kesana diisi dgn hal yg Haram..
Prewedding itu memang luar biasa..
Sebuah budaya yg dikemas baik, indah, enak dilihat mata, menyenangkam buat mereka yg melakukan dan yg mencari nafkah di dalamnya.. sehigga mampu membuat hal Haram terlihat Amat sangat Halal.

Astaghfirullah..
Ah si ini foto prewedding gpp kok..
Ah si anak pemimpin ini prewedding jg gpp kok
Ah artis ini foto jg kok..
Bla bla bla..
Kebenaran itu bukan dr siapa yg melakukan.. tp dari apa yg ada di Quran dan Hadist..
Namun saya sadar.. prewedding ini ada karena kami. Kami para fotografer yg menawarkan “layanan” ini.
Kami yg membuat budaya ini semakin berkembang.
Awalnya cuma di studio.. dalam kota.. luar kota.. hingga ke luar negeri..

Saya sadar.. tanggung jawab kami yg menyebarluaskan ini..
Dan Kali ini saya memutuskan unt behenti dari kegiatan prewedding ini.. Juga saya mohon maaf kepada mereka semua yg sdh pernah saya ajak unt melakukan foto prewedding.

Karir yg meningkat itu harusnya bukan membuat kita semakin berlimpangan harta, kedudukan yg membuat kita jd lupa diri, atau banyaknya populasi yg menyukai kita.. yg semua membuat kita semakin sibuk dgn urusan duniawi.. Tapi seharunya kita semakin paham apa yg kita dapatkan ini barokah atau cobaan..

Demi aturan agama saya.. Demi nafkah yg masuk ke anak istri saya.. Demi nilai budaya Ketimuran..
Bismillah
I Quit.." 

Sontak, pernyataannya ini pun menuai tanggapan yang beragam dari para netizen, di antaranya:

Feby Kosmetik: Subhanallah, meninggalkan sesuatu krna allah, insya allah berkah..
Risa Zuardi: Saya sangat setuju dan mendukung penuh hal ini....alahamdulilah dan insyaAllah saya akan mengikuti jejak mas @Hendy Wicaksono yang mengumumkan secara terbuka
Viona Fabian Rahman: Alhamdulillah ga pakai pre wedding.. After wedding aja album nya dilihat lagi
Kangmas Harno: Manteb jiwa..tetep istiqomah ya duluur...

Unggahan itu sudah dibagikan lebih dari 11 ribu kali dan mendapatkan lebih dari 2 ribu komentar netizen, hingga jam 09.00 WIB pada Rabu  29 November 2017. (*TribunWow.com)

Fotografi: Euphoria atau Cinta?

8 Oktober 2017 0 Komentar


Pernahkah kamu membayangkan bagaimana Fotografi dilakukan di jaman dahulu? Bagaimana para Fotografer pionir menemukan hasrat mereka pada kertas film dan gambar yang menjelma nyata di ruang gelap?

Jaman ketika belum ada kamera digital, Facebook, Instagram, Flickr, Twitter, dan semua jejaring sosial tempat berbagi foto. Waktu lomba fotografi belum diciptakan untuk memberi "standar" untuk kualitas sebuah foto. Waktu istilah hunting photo bareng dan motret massal belum ditemukan. Saat itu fotografi ada pada titik paling murni.

Melihat semakin banyak orang memotret, tentu menyenangkan untuk mereka yang suka Fotografi. Lebih banyak teman diskusi dan berbagi ilmu. Tapi, trend ini juga kemudian membuat batasan antara euphoria dan cinta menjadi kabur.

Coba tanyakan pada dirimu sendiri pertanyaan ini: "Kenapa saya memotret? Kenapa saya belajar Fotografi?" Apakah karena teman-temanmu yang lain melakukannya? Atau karena kamu ingin punya foto-foto untuk dipajang di jejaring sosial?

Apakah kamu memotret untuk mendapat pengakuan dari orang-orang atau sudah cukup bahagia dengan tahu bahwa kamu bisa memotret dengan baik, menyimpan momen dan gambar-gambar bagus dari hal-hal di sekelilingmu tanpa harus memperlihatkannya pada orang lain?

Tentu menyenangkan mendapat like, favorite, dan komentar-komentar bagus. Tentu membanggakan mendapat juara satu, dua, tiga, hadiah dan medali dari kontes Fotografi. Tapi di luar itu semua, apakah kamu sungguh meletakkan hati di atas kamera yang kamu pegang?

Euphoria Fotografi itu seperti ketika kamu melihat seseorang yang menarik lalu merasa terpikat. Seperti bubur yang baru selesai dimasak. Awalnya membuat penasaran, menegangkan, menggebu-gebu, panas, lalu kemudian melempem, dingin, hambar, dan membosankan. Kamera hanya tinggal pajangan. Menumpuk debu, berjamur, lalu jadi barang yang sia-sia.

Tapi cinta tidak punya akhir. Dia ditemukan untuk kemudian disadari bahwa keindahan dan kenikmatannya bertambah setiap hari. Meskipun tanpa penonton. Meskipun tanpa pengakuan lewat like, favorite, dan piala.

Jadi kalau kamu sudah cukup bahagia dengan foto-foto yang kamu simpan sendiri di lembar-lembar cetakan atau hard disk komputer, jangan berhenti. Teruslah memotret. Karena kamu memang menyukainya. (*dari Allophelia di Fotonela.com)

Kenapa Dilarang Memotret di SPBU?

10 Maret 2017 0 Komentar



Di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) selalu ada tanda sejumlah larangan, diantaranya dilarang merokok, dilarang memotret, dan dilarang menggunakan telepon genggam (hape). Semua itu dilakukan demi keselamatan di area SPBU.

Untuk larangan merokok tentu saja mudah dipahami, karena asap dan puntung rokok terutama bara api pada rokok dapat memicu timbulnya percikan api dan mengakibatkan kebakaran.

Namun untuk larangan memotret, masih banyak yang belum memahami arti larangan tersebut. Saya pun pernah mendapati pertanyaan tentang hal ini, dalam sebuah diskusi fotografi. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya pun melakukan penulusuran informasi di internet.

Pada salah satu website dipaparkan, larangan memotret di SPBU karena di SPBU ada ada area dispenser yang merupakan zone 0 (area yang selalu ada uap bahan bakar yang mudah terbakar) atau zone 1 (area yang kemungkinan besar ada uap bahan bakar) terutama jika saat berlangsung aktifitas pengisian bahan bakar ke mobil atau lainnya.

Area tersebut mengandung banyak uap bahan bakar yang mudah terbakar. Saat proses pengisian bahan bakar, di sekitar tangki akan terkumpul uap bensin (benzena). Kepekatan uap inilah yang sangat sensitif pada percikan api sekecil apapun.

Sebenarnya pada udara terbuka, kepekatan benzena tidak akan bertahan lama, sebab angin akan menguraikan uap benzena tersebut sehingga kecil kemungkinan terjadinya ledakan. Tetapi kita harus tetap hati-hati.

Menggunakan kamera foto di SPBU bisa membuat area tersebut meledak. Ketika seorang pengendara mengisi bahan bakar, maka saat itu akan muncul benzena di sekitar tangki pengisian. Benzena tersebut akan bercampur dengan udara, ketika campuran itu terpicu oleh suatu sumber energi semisal kamera, maka akan berpotensi terbakar.

Bagian kamera yang dapat menimbulkan percikan api adalah baterei, beberapa sumber juga menyebut lampu flash/kilat (blitz). Meski sebenarnya produsen kamera sudah memperhatikan faktor keamanan, tetapi jika tidak hati-hati bisa menyebabkan terjadinya percikan api.

Memotret di area tersebut diperbolehkan jika spesifikasi kamera menyebutkan, EX (explosion proof) atau IS (Intrinsically Safe). Jadi kamera harus yang berspesifikasi boleh dipakai di tempat yang memiliki potensi bahaya kebakaran atau ledakan. Inipun harus disertifikasi (certified) dan menggunakan PTW (Permit to Work).

Namun jika harus memotret SPBU atas suatu keperluan, misalnya profil perusahaan, biasanya hal tersebut disiasati dengan jarak pengambilan gambar, arah pengambilan gambar dan tidak menggunakan lampu flash. Jarak untuk meyakinkan di zona aman saat memfoto. Menghindari arah angin yang mungkin membawa uap bahan bakar. Serta tidak memakai lampu flash karena cahaya blitz juga bisa berpotensi sebagai ignition source. (*)

August 19th: World Photo Day

19 Agustus 2016 0 Komentar


The date behind World Photo Day originates from the invention of the Daguerreotype, a photographic processes developed by Joseph Nicèphore Nièpce and Louis Daguerre in 1837.

On January 9, 1839, The French Academy of Sciences announced the daguerreotype process. A few months later, on August 19, 1839, the French government purchased the patent and announced the invention as a gift "Free to the World".




It should be noted that the Daguerreotype wasn't the first permanent photographic image. In 1826, Nicèphore Nièpce captured the earliest known permanent photograph known as 'View from the Window at Le Gras' using a process called Heliography.




August 19th, 1839 was chosen as the date behind World Photo Day based on the following historical merits:

- The Daguerreotype as the first practical photographic process.
- The purchase and release of the patent by the French government.







Langkah Penting Sebelum Memotret Gerhana Matahari

7 Maret 2016 0 Komentar

istockphoto


Gerhana Matahari pada 9 Maret 2016 menjadi momen langka bagi para fotografer. Meski tidak semua daerah di Indonesia bisa melihat gerhana matahari total, setidaknya ada gerhana matahari sebagian yang juga menarik untuk diabadikan.

Namun, ada beberapa hal penting diperhatikan sebelum memotret gerhana matahari. Mulai dari bahaya cahaya matahari saat gerhana hingga peralatan yang digunakan. Fotografer dan blogger Nasim Mansurov melalui photographylife.com memberikan beberapa tips penting berikut ini:

1. Cegah bahaya melihat langsung dari view finder

Jangan melihat langsung ke arah matahari dengan mata telanjang, apalagi melalu viewfinder karena objek mengalami pembesaran. Pantauan dengan viewfinder tanpa filter UV dan filter apapun dapat menimbulkan kebutaan. Cara yang paling aman adalah membeli kacamata khusus gerhana matahari sekarang. Tapi jika tidak ada, dua cara berikut ini bisa dilakukan.

- Buatlah kamera lubang jarum (pinhole camera) atau proyektor

Membuat kamera pinhole sangat sederhana. Ambillah dua kartu, buatlah satu lubang kecil di salah satu kartu, lalu tempatkan kartu tersebut di atas kartu lainnya sejajar ke arah matahari. Gambar matahari akan terproyeksikan melalui lubang jaruh dan jatuh di kartu kedua.

- Pakai fasilitas liveview/LCD

Metode kedua adalah memantau matahari melalu LCD kamera. Tapi, sebelum menggunakannya, tempatkan filter ND yang kuat dengan kerapatan tinggi di ujung lensa. Lalu gunakan fasilitas liveview untuk melihat matahari.

Dalam kondisi ini, pemotret dianjurkan untuk menggunakan manual exposure agar bisa menurunkan exposure di bawah normal (-) dan meningkatkan shutter speed. Namun, jika filter ND yang dipakai tidak cukup kuat, cahaya matahari saat gerhana bisa membahayakan kamera.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah penggunaan liveview lebih dari 1-2 menit bisa membuat sensor kamera mengalami overheated.

2. Memotret sekitar

Salah satu hal perlu diputuskan sebelum memotret adalah mengambil seluruh momen (kronologi) gerhana, atau hanya memotret gerhananya, utamanya jika gerhana matahari total atau cincin. Nasim merekomendasikan fotografer untuk mendokumentasikan proses gerhana dari awal hingga akhir.

Jadi, kita bisa memperoleh dokumentasi setiap fase gerhana. Jika bisa mendapatkan seluruh gambar dari setiap fase gerhana, kita bisa membuat montage (montase) dengan mengombinasikan gambar-gambar itu sebagai sebuah kronologi.

3. Perlengkapan kamera

Saat memotret gerhana mataheri, peralatan yang dipakai sangat menentukan hasil. Menggunakan lensa tanpa filter sangat tidak disarankan karena cahaya matahari terlalu terang, khususnya pada gerhana matahari sebagian. Gambar yang dihasilkan berpotensi overexposure, bahkan dengan aperture paling kecil (f/22) dan ISO terendah sekalipun.

Karena itu, penggunaan filter ND yang kuat bisa memblok sebagian besar sinar matahari dan memungkinkan pemotret menggunakan apertur lebih besar. Jika satu filter tak cukup, pemotret bisa menggunakan dua filter sekaligus.

4. Setting kamera

- Tempatkan kamera di tripod.
- Atur ISO terendah, misalnya 100
- Pilih menu manual
- Mulai dengan shutter speed tercepat, misal 1/8000
- Mulai dengan aperture agak kecil, f/8, lalu turunkan jika shutter speed-nya dirasa masih terlalu tinggi. Jika masih juga terlalu terang (overexposed), gunakan filter ND yang lebih tebal.
- Shutter speed yang terlalu rendah bisa menyebabkan efek goyang, jadi disarankan pakai shutter speed 1/500 to 1/8000, tergantung fase gerhana dan terang-gelapnya matahari.

5. Fokus dan akurasi

Meskipun objeknya jarak jauh, memotret gerhana harus akurat. Sejak banyak lensa memungkinkan fokus yang melampaui angka “tak terbatas”, mendapatkan fokus yang tepat untuk objek jarak jauh harus teliti. Disarankan, ambil satu gambar dan periksa hasilnya di LCD apakah sudah cukup tajam hasilnya.

6. Komposisi

Komposisi dalam memotret gerhana matahari tak hanya melulu gambar cincin api dan matahari berbentuk sabit. Misalnya, kita bisa memasukkan awan ke dalam frame. (**)

Tiga Pertanyaan Utama Fotografi

21 Februari 2016 0 Komentar


Paparan  ini merupakan artikel fotografi di Harian Kompas. Dalam artikel itu disebutkan, ada tiga pertanyaan yang paling sering diajukan dalam dunia fotografi saat ini.

Ketiga pertanyaan itu adalah; pertama, apa merek kamera terbaik? Kedua, kalau saya mau menekuni fotografi, kamera apa yang cocok saya beli sekarang? Ketiga, berapa lama waktu yang diperlukan untuk belajar fotografi dari nol sampai mahir?

Ketiga pertanyaan tersebut dianggap sebagai pertanyaan utama dalam fotografi. Maka menjawab ketiga pertanyaan itu sungguh sulit karena yang bertanya sesungguhnya memang belum tahu sedikit pun akan dunia yang akan mereka masuki, yaitu fotografi.

Apa Merek Kamera Terbaik? 

Jawaban atas pertanyaan pertama ini adalah, tidak ada! Tidak ada kamera yang lebih baik daripada kamera lain saat ini. Kalau ada, pasti kamera itu saja yang dibeli orang. Tiap merek kamera yang beredar di pasaran pasti punya keunggulan di bandingkan dengan kamera lain sehingga bisa bertahan. Sebaliknya, sebuah kamera pasti juga punya kekurangan dibandingkan dengan lainnya.

Dalam membeli sebuah kamera, kita bukan mencari yang terbaik, melainkan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kita saat membelinya.

Hal yang pasti adalah jangan pernah membeli kamera tanpa garansi. Beda harga antara kamera bergaransi dan tidak, tidaklah terlalu banyak. Sementara kalau kamera tanpa garansi sampai rusak, ongkos reparasinya sungguh besar. Kadang sampai sekitar setengah dari harga barunya.

Pedoman lain dalam membeli kamera adalah pilih yang sudah banyak dipakai orang lain di sekitar Anda untuk kemudahan mendapatkan berbagai aksesorinya.

Kamera Apa yang Cocok Saya Beli Sekarang?  

Kemudian, menjawab pertanyaan kedua ini sesungguhnya menjawab penjabaran dari pertanyaan pertama tadi. Orang yang melontarkan pertanyaan kedua ini sesungguhnya ingin punya kamera bagus, tetapi ingin seirit mungkin dalam mengeluarkan uang.

Saat ini, belajar fotografi tak ada hubungannya dengan mahal murahnya kamera. Mahal murahnya kamera membedakan mutu foto yang dihasilkan manakala akan dicetak sebesar-besarnya.

Untuk bisa belajar fotografi dengan baik cuma diperlukan sebuah kamera digital yang bisa dipakai manual dan bisa dipakai otomatis sekaligus.

Akan tetapi, sebenarnya fotografi saat ini sudah jauh bergeser. Kemampuan teknis sudah menjadi bonus semata. Dengan telepon genggam pun orang bisa memotret dengan baik. Otomatisasi dalam fotografi sudah membawa orang kepada sebuah kemudahan dalam menghasilkan gambar.

Sesungguhnya, dalam fotografi saat ini yang penting adalah bisa menghasilkan gambar yang benar dari sisi komposisi, sudut pemotretan, dan dari segi pemaknaannya.

Memakai otomatis sudah bukan masalah yang memalukan. Ini ibarat dengan sepeda motor yang ada saat ini. Sarana pergantian gigi otomatis sudah menjadi umum. Sangat banyak orang yang bisa mengendarai sepeda motor, tetapi hanya bisa yang otomatis. Sepeda motor dengan pergantian gigi manual, bahkan yang memakai kopling menjadi hal sulit bagi sebagian pengendara sepeda motor saat ini.

Dalam dunia fotografi saat ini, Anda bisa belajar fotografi sampai ke teknik terdalamnya (walau tidak akan terpakai kalau untuk keperluan dokumentasi sehari-hari semata), atau sekadar belajar bagaimana bisa merekam kejadian yang ada dengan baik.

Membeli kamera saku atau bahkan cuma kamera telepon genggam, bukanlah masalah kalau kebutuhan Anda hanya untuk merekam apa yang dilihat sehari-hari.

Kebutuhan akan kamera yang khusus adalah untuk menjawab tingkat kerja yang khusus. Untuk belajar fotografi tidak harus memakai kamera DSLR, walaupun kalau memakai DSLR memang membuka peluang untuk hasil yang lebih baik. Akan tetapi, tidak boleh dilupakan kenyataan bahwa DSLR lebih berat dan lebih besar.

Kalau Anda belum terlalu tergila-gila fotografi, beban kamera DSLR bisa menghentikan antusiasme Anda dalam memulai kegemaran fotografi ini. Anda baru mulai belajar fotografi? Cobalah mulai dengan kamera saku terlebih dahulu.

Berapa Lama Waktu yang Diperlukan untuk Belajar Fotografi dari Nol sampai Mahir? 

Menjawab pertanyaan ketiga ini, kita harus memberikan ibarat kepada yang sedang bertanya. Memotret ibarat memasak. Apa definisi Anda untuk mahir memasak?

Orang mungkin bisa menjadi koki yang sangat terkenal di sebuah hotel internasional dan dibayar mahal untuk masakan yang dihasilkannya. Akan tetapi, koki itu mungkin tidak bisa memasak masakan Jawa.

Demikian pula, koki itu mungkin gamang kalau disuruh memasak dengan kompor minyak tanah, misalnya. Dia juga tidak tahu harus membeli bahan masakan di mana karena selama ini semua sudah disediakan timnya.

Demikian pula dalam fotografi. Orang mungkin bisa mahir sekali memotret di dalam studio. Akan tetapi, mungkin dia jadi bodoh manakala harus memotret aneka serangga di museum biologi. Dia juga jadi bodoh manakala harus memotret aktivitas gunung berapi, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

Dalam dunia fotografi, istilah mahir hanyalah kulit. Di dalam badan seorang fotografer yang disebut mahir, sesungguhnya banyak lubang-lubang ketidakmahiran juga.

Jadi, manakala Anda ingin masuk di level mahir dalam fotografi, sesungguhnya Anda harus menentukan dulu mahir di bidang apa. Tekunilah bidang itu sampai Anda merasa di atas rata- rata orang yang melakukan bidang yang sama. 

Lalu, jika tenaga memang memungkinkan, Anda bisa mulai merambah sisi fotografi yang lain. Misalnya, setelah mahir memotret model, Anda bisa menekuni fotografi lanskap, lalu fotografi makro, dan sebagainya.

Sampai kapan? Sampai Anda merasa cukup!

Jual Fotomu di Website Stock Photography Ini

8 Maret 2015 1 Komentar

JIKA kamu hobi fotografi, ada cara menghasilkan uang dari internet. Kamu bisa menjual foto-fotomu melalui website stock photography. Beragam foto-foto bisa ditawarkan dalam sejumlah website tersebut.

istockphoto

Daripada sekadar membagikan foto-fotomu di akun jejaring sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, Path atau lainnya, alangkah baiknya jika bisa mendapat penghasilan dari foto itu.

Banyak individu, bisnis atau perusahaan seperti majalah, biro iklan, desainer web, maupun seniman grafis memanfaatkan situs-situs stock photography untuk mencari foto. Alasannya, lebih hemat biaya daripada harus membayar jasa fotografer profesional.

Namun perlu diperhatikan beberapa hal untuk memulai menghasilkan uang dari jual foto online, diantaranya daftar di banyak situs bursa fotografi, untuk mendapatkan eksposur yang maksimal untuk foto kamu.

Selalu mengirimkan foto ke dalam kategori yang tepat, karena jika salah memilih kategori akan ditolak atau tidak diperhatikan. Pastikan bahwa foto-foto tersebut benar-benar hasil karyamu sendiri untuk menghindari pelanggaran hak cipta. Berikut ini sejumlah website stock photography populer itu;

123RF (http://www.123rf.com)
Website jual beli foto ini juga sangat populer. Komisi member bisa mencapai 60% dari harga yang jual. Juga ada komisi sebesar %0.43 untuk setiap unduhan terlanggan. Soal cara pembayarannya pun lebih nyaman, karena mendukung hampir semua metode pembayaran.

ALAMY (http://www.alamy.com)
Ini yang paling ramah. Member mendapat royalti sampai 60% dari foto-foto miliknya. Website ini yang memberi royalti paling tinggi, yang juga menguntungkan adalah member juga masih boleh menjual foto yang sama ke situs jual beli foto yang lain.

BIGSTOCKPHOTO (http://www.bigstockphoto.com)
Setiap foto member yang didownload, akan mendapatkan uang sekitar $0.50 hingga $1.00. Tetapi untuk download spesial (foto digunakan untuk suatu produk), member bisa mendapatkan $60 per foto.

FOTOLIA (http://fotolia.com)
Dengan mengupload foto ke Fotolia, member bisa dengan mudah menyajikan foto ke jutaan calon pembeli dari seluruh dunia dengan mudah. Fotolia menyediakan beberapa aplikasi untuk lisensi pembelian. Untuk setiap foto yang terjual member akan menerima royalti berdasarkan tipe berlangganan pembeli. Pendapatan sebesar 20% sampai 60% untuk penjualan setiap foto yang didownload dan komisi sebesar 0.25 sampai 0.40 kredit untuk download oleh pelanggan.

FREEDIGITALPHOTOS (http://www.freedigitalphotos.net)
Website yang satu ini bahkan berani memberi membernya komisi sebesar sampai 70% untuk setiap foto yang terdownload. Harga setiap foto akan mulai dari $3 per download.

IMAGEKIND (http://www.imagekind.com)
Website otomatis akan menetapkan harga dasar dari karya foto setiap member. Dari situ, member bisa menentukan mark-up atau harga jual akhir kepada calon pembeli.

ISTOCKPHOTO (http://www.istockphoto.com)
Website ini dapat disebut sebagai situs jual beli foto online tertua dan paling populer. Setiap setiap foto yang didownload, member bisa mendapat komisi sampai 15%. Bahkan jika menjadi exclusive contributor, komisi yang didapat sebesar 45%. Nah, jika earning sudah mencapai $100, maka member bisa meminta pembayaran. Pembayaran bisa melalui cek, paypal, money bookers, deposit langsung atau master card. Website ini tidak hanya menjual foto, tapi juga ilustrasi, audio dan video.

PHOTOSTOCKPLUS (http://www.photostockplus.com)
Di website ini member dapat menentukan harga fotonya sendiri atau bisa menyerahkan sepenuhnya kepada PhotoStockPlus untuk menentukan harga jual dan member menerima pembayaran sampai 85% bagi hasil dari penjualan.

PICTURESTOCK (http://www.picturestock.com)
Pada saat satu foto terjual, maka 50% untuk fotografer, 25% untuk distributor yang mereferensikan pembeli dan 25% dibagi antara Picturestock dan agensi penjualan. Jika pembeli bukan berasal dari referal, maka 50% untuk Picturestock dan agen penjualan, sisanya untuk fotografer.

SHUTTERPOINT (http://www.shutterpoint.com)
website ini menawarkkan banyak fitur untuk kepentingan fotografer termasuk formulir pengisian permohonan pembeli. Pembayarannya adalah sekitar 85% dari hasil penjualan foto.

SHUTTERSTOCK (http://www.shutterstock.com)
Website ini juga sangat populer sebagai situs tempat jual-beli foto online. Member bisa mendapatkan pendapatan antara 20% sampai 30% untuk setiap foto anda yang didownload. Ada skema pendapatan yang berbeda, ada yang langganan harian, on demand dan enhanced license.

SUPERSTOCK (https://www.superstock.com)
Website ini telah menjual gambar dan foto selama kurang lebih 20 tahun baik secara online dan offline, cukup selektif menerima hasil foto yang diajukan tetapi situs ini memiliki kredibilitas tinggi.

VEER (http://www.veer.com)
Sekali terdaftar sebagai kontributor di website ini, maka setiap kali foto member didownload, maka akan menerima royalti yang akan dibayarkan setiap pertengahan bulan, dengan nilai minimum pembayaran sebesar $100.

Nah, itulah beberapa website stock photography yang bisa dimanfaatkan untuk merubah arsip foto yang menjadi pundi-pundi uang. Tidak harus mengikuti semua website stock photography di atas, namun juga sebaiknya tidak hanya mengandalkan satu tempat. Pilihlah yang sesuai dengan karya foto atau kebutuhan. (*)

Fujin: Pembersih Kamera Berbentuk Lensa

11 September 2014 0 Komentar

BEBERAPA alat pembersih kamera ada di pasaran, seperti blower dan air duster kini dirasa kurang efektif karena tidak bisa membersihkan debu yang ada di dalam kamera secara maksimal.

fujin

Untuk membersihkan debu yang menempel di dalam kamera secara maksimal, kini ada Fujin Lens Vacuum Cleaner. Sesuai namanya, perangkat ini adalah alat pembersih kamera Digital Single-lens Reflex (DSLR) dengan bentuk seperti sebuah lensa.

Dilansir laman Slashgear, alat pembersih canggih ini dijual dengan harga US$ 35 atau sekitar Rp 400 ribu. Namun saat ini hanya kompatibel untuk kamera DSLR besutan Canon.

Cara kerja Fujin Lens Vacuum Cleaner sama seperti mesin penyedot debu, di mana akan menyedot debu yang ada di sensor kamera ke arah luar dan memastikan tidak ada debu yang masuk kembali ke dalam kamera selama proses pembersihan dilakukan.

Penggunaannya sama ketika memasang lensa pada kamera DSLR, kemudian geser tombol power yang terdapat pada bodi Fujin Lens Vacuum Cleaner. Setelah itu secara otomatis akan menyedot semua debu yang ada di dalam bodi kamera.

fujin

Sebagai sumber daya, Fujin Lens Vacuum Cleaner menggunakan 4 buah baterai jenis AAA yang diklaim bisa digunakan sebanyak 180 kali dengan asumsi digunakan selama 1 menit setiap kali digunakan.

*dari tekno.liputan6.com*

Beberapa Website Photo Sharing Online Pilihan

10 Mei 2014 0 Komentar

FOTO ada momen yang tak akan bisa terulang, meyimpan foto di harddisk komputer bukan solusi yang baik, akan ada banyak ancaman foto bisa hilang. Bisa karena virus, bisa karena harddisk badsector atau bisa karena kesalahan pengguna.

photo sharing

Solusi terbaik adalah melakukan backup foto secara online, berikut daftar beberapa website photo sharing online yang bisa digunakan sebagai penyimpanan foto online yang dikutip dari pacarita.com;

Flickr (http://www.flickr.com)
Flickr adalah salah satu website photo sharing populer dan telah menyediakan fitur video sharing. Situs ini memungkinkan untuk mencari foto orang-orang tertentu secara online. Flickr mencakup materi hak cipta, tetapi beberapa orang memilih untuk menyertakan karya mereka dengan Creative Commons (CC).

CC akan memungkinkan untuk mengambil foto dan melakukan apapun yang diinginkan dengan foto tersebut asalkan mencantumkan sumber yang jelas dan tidak menggunakannya untuk tujuan komersial. Flickr memungkinkan untuk mengirim umpan balik dan tingkat foto melalui account gratis.

Splashup (http://www.splashup.com)
Splashup memungkinkan untuk mengedit foto dalam berbagai cara, jenis seperti Adobe Photoshop tanpa biaya. Setelah mengedit foto, cropping, menggunakan lapisan dan efek, kuas dan filter, Anda dapat berbagi foto online. Menurut situs tersebut, Splashup kompatibel dengan Flickr, Facebook dan Picasa.

Picasa (http://picasa.google.com)
Picasa adalah versi Google software photo-editing. Dapat men-download konten secara gratis untuk komputer dan dapat berbagi foto dengan keluarga dan teman-teman. Versi terbaru memungkinkan Anda untuk menandai berbagai orang dalam foto untuk berbagi dengan keluarga. Situs ini memberikan pilihan untuk menempatkan album online untuk konsumsi publik atau penggunaan pribadi.

Photobucket (http://www.photobucket.com)
Photobucket sangat populer sebelum Flickr hadir dan masih banyak digunakan saat ini. Photobucket memberikan jutaan cara ke pengguna untuk menyimpan foto-foto mereka secara online dan membaginya.

Dengan Photobucket, pengguna juga dapat berbagi video dan album melalui email, IM, dan pesan teks. Pengguna dapat membuat slideshow foto mereka untuk berbagi, serta organizer otomatis dibangun untuk situs. Keluarga dan teman-teman dapat mengambil manfaat dari fitur album kelompok, yang memungkinkan pengguna untuk bersama-sama membuat dan mengedit foto dan video album.

Pengguna juga dapat merancang scrapbooks online mereka sendiri, halaman scrapbooks ini dapat dicetak dan dimasukkan ke dalam buku nyata. Prints, kalender, kemeja, dan hadiah foto lainnya yang tersedia untuk pembelian juga. Account dengan Photobucket bebas setelah pendaftaran.

Nah, jika akan menyimpan foto secara online, beberapa website photo sharing online tersebut dapat digunakan. Namun tetaplah bijak menggunakannya, jangan menyimpan foto-foto yang mengandung unsur pornografi dan SARA. (*)

Street Photography Seni Memotret di Jalan

1 Desember 2013 0 Komentar

STREET Photography dipahami sebagai aliran fotografi yang lebih mengutamakan subject (point of interest) di ruang publik (tempat umum). Merupakan foto dokumentasi, foto seri, ataupun foto tunggal.

street photography

Ruang publik ini tidak hanya jalanan, tetapi juga berarti pasar, taman, dan sebagainya. Point of interest (subject) di ruang publik juga tidak terlepas dari orang saja, melainkan hal-hal lain yang kerap berada di ruang publik, seperti peristiwa, benda-benda (element), cuaca, bayangan, dan sebagainya.

Street photography mulai populer ketika kamera dengan film 35mm ditemukan (kira-kira pada tahun 1930-an), kamera yang kecil, ringan, cepat, dan mudah dibawa kemana-mana.

Salah satu fotografer yang mempunyai peranan penting dalam perkembangan street photography adalah Henri Cartier Bresson dari Perancis yang terkenal dengan karya-karya dokumenter, liputan kehidupan nyata, foto-foto yang kental dengan decisive moment (kejadian yang kebetulan) dan sebagainya.

Untuk memaksimalkan foto-foto street photography, beberapa kriteria ini patut diketahui, yakni:
  • Keadaan/kejadian yang tidak dibuat-buat, melainkan spontanitas, tetapi bisa jadi kedaan yang di harapkan, ataupun keadaan/kejadian yang kebetulan (decisive moment).
  • Tema yang dibahas merupakan kehidupan sehari-hari yang terjadi di ruang publik; perilaku orang, lingkungan, keadaan, cuaca, dan lain sebagainya.
  • Membuat rangkaian cerita dari aktifitas sehari-hari atau membuat cerita dengan memanfaatkan aktifitas sehari-hari, seperti foto seri, foto liputan (dokumentasi).
  • Orang yang dipotret tidak ditampilkan sebagai seorang individu, melainkan sebagai tokoh anonim dari situasi “jalanan” secara umum.

Mendalami street photography perlu menguasai teknik dasar fotografi, seperti teknis komposisi, angle, dan penguasaan alat. Perhatikan keadaan sekitarnya, hal-hal yang sering dilewati atau dilakukan berulang-ulang akan menjadi menarik ketika dilihat dengan berbagai sudut pandang.

Lakukan interaksi sosial dengan lingkungan sekitar, perhatikan privasi orang lain. Pelajari arah matahari, ada kalanya pada jam-jam tertentu, bayangan yang dihasilkan akan menarik dan manfaatkan matahari juga, adakalanya flare yang dihasilkan akan memberikan efek berbeda.

Sabar menunggu moment dan perhatikan element jalanan, misalkan papan iklan, bayangan, sepeda, arsitektur bangunan, dan lain-lain. Bereksperimen dengan melanggar peraturan fotografi, misalkan foto-foto yang blur, foto dead centre, dan sebagainya.

*dirangkum dari desaindigital.com. foto: Henri Cartier-Bresson*

Steve McCurry: Eksis di Web Penting untuk Fotografer

21 Oktober 2013 0 Komentar

BAGI Fotografer Steve McCurry, satu-satunya perbedaan besar antara melakukan pemotretan saat ini dengan di masa lalu adalah, orang-orang ingin Anda mengirimkan foto pada mereka, dan Anda membidik dengan kamera digital.

Steve McCurry

Wartawan foto asal Amerika yang terkenal karena fotonya 'Afghan Girl' yang awalnya muncul di majalah. National Geographic ini juga mengakui bahwa kehadiran foto di web sangat penting dalam perjalanan fotografer.

"Sangat jelas internet mengubah landskap penerbitan, berita dan hiburan. Begitu banyak channel di televisi dan konten tak terbatas di internet. Sangat banyak kompetisi. Blog adalah cara saya untuk mengenalkan karya saya melalui media baru," jawabnya dalam wawancara dengan Wordpress.

Menurutnya, dengan ngeblog, para fotografer bisa memperlihatkan karyanya pada khalayak luas. Sebab kehadiran web memegang peranan dalam kesuksesan fotografer.

Lantas, bagaimana ia memilih foto mana yang diyakini bakal menjadi postingan blog yang bagus?

"Masing-masing foto memiliki tempat dan perasaan sendiri. Saya pikir, definisi foto bagus adalah foto yang tidak bisa Anda lupakan," jawabnya sebagaimana dikutip dari detik.com.

Tak luput ia memberikan nasihatnya pada para fotografer yang ingin membangun kehadiran di web.

"Jika Anda ingin jadi fotografer, Anda harus mengambil foto. Di luar betapa suksesnya Anda, sangat penting bagi Anda untuk menyisihkan waktu memotret apa yang berarti bagi Anda. Memiliki blog adalah salah satu cara termudah untuk memperlihatkan karya pada audience yang lebih luas," ujarnya.

Steve McCurry mencatat banyak prestasi besar selama perjalanan karir fotografinya, salah satu yang paling dikenal dan menjadi foto ikonik adalah Afghan Girl di mana menjadi sampul National Geographic dan dinobatkan dalam satu dari 100 Best Picture majalah bergensi tersebut.

Pria yang kini berusia 62 tahun tersebut juga pernah menyabet Robert Capa Gold Medal, Magazine Photographer of the Year dari National Press Photographers dan memenangkan 4 hadiah di kontes World Press Photo.

Juga sukses memenangkan Oliver Rebbot Award sebanyak dua kali. Karya-karya fotonya dapat dilihat di stevemccurry.com. (*)

*Foto dari cavaliergalleriesinc.blogspot.com*

Seputar Fotografi Lubang Jarum

29 April 2013 0 Komentar


MEMPERINGATI Pinhole Day 2013, saya sampaikan ulasan seputar fotografi lubang jarum lewat akun twitter @ihsyah.

Ulasan itu saya rangkum dari laman web http://home.online.no/~gjon/pinhole.htm dan saya sampaikan secara berantai. Untuk mendokumentasikan ulasan itu, maka saya menuliskannya kembali di blog ini, berikut paparannya; 

Fotografi lubang jarum juga disebut fotografi tanpa lensa. Lensa digantikan oleh sebuah lubang kecil, saat cahaya melewati lubang, sebuah gambar terbentuk di dalam kamera. Kamera lubang jarum, kecil atau besar, adalah sebuah improvisasi karena dirancang dengan hati-hati.

Kamera lubang jarum ada yang dibuat dari kerang laut, beberapa dibuat dari kotak makanan, kaleng minuman, atau wadah kue. Meski ada juga kamera lubang jarum telah dibuat dari lemari es yang dibuang. Pada dasarnya kamera lubang jarum adalah sebuah kotak degan lubang kecil di satu ujung dan film atau kertas fotografi pada ujung yang lain.

Kamera lubang jarum digunakan untuk bersenang-senang, untuk seni dan ilmu pengetahuan. Merancang dan membuat kamera menjadi hal menyenangkan. membuat gambar dengan kamera itu merupakan kesenangan. Namun dalam fotografi serius kamera lubang jarum hanya sebuah perangkat imaging dengan kelebihan dan keterbatasan.

Karakteristik kamera lubang jarum, gambar yang lembut atau kurang tajam namun memiliki kedalaman hampir tak terbatas bidang, eksposur yang panjang -mulai dari setengah detik sampai beberapa jam, gambar terpapar pada film atau kertas, negatif atau positif, hitam dan putih atau warna.

Menurut sejarahnya, prinsip dasar optik lubang jarum ditemukan dalam teks-teks Cina dari abad kelima sebelum masehi. Penulis Cina telah menemukan percobaan perjalanan cahaya dalam garis lurus. Adalah Mo Ti (kemudian Mo Tsu) yang telah merekam pembentukan sebuah gambar terbalik dengan lubang jarum atau layar.

Lalu di barat ada Aristoteles (abad keempat sebelum masehi) terus mencari jawaban atas pembentukan citra lubang jarum dalam karyanya. Kemudian ilmuan Arab, Ibn al-Haytham atau Alhazen bereksperimen dengan pembentukan citra pada abad kesepuluh.

Alhazen mengatur tiga lilin berturut-turut dan menempatkan layar dengan lubang kecil di antara lilin dan dinding, dari pengamatannya Alhazen menyimpulkan linearitas cahaya. Abad berikutnya, teknik lubang jarum digunakan para ilmuwan optik mempelajari sinar matahari diproyeksikan dari aperture kecil.

Di era renaissance, lubang jarum terutama digunakan dalam astronomi dan dilengkapi lensa, sebagai alat bantu menggambar. Lalu Leonardo da Vinci (1452-1519) menggambarkan pembentukan citra lubang jarum dalam bukunya Codex Atlanticus.

Selanjutnya ada ilmuwan Skotlandia, Sir David Brewster adalah salah satu orang pertama yg membuat foto-foto lubang jarum, pada 1850-an. Pada tahun 1890, foto lubang jarum George Davison, An Old Farmstead memenangkan penghargaan pertama pada Pameran Fotografi Society of London. Pinhole photography kemudian populer di tahun 1890-an.

Kamera lubang jarum komersial dijual di Eropa, Amerika Serikat dan Jepang. Sekitar 4000 kamera lubang jarum "Photomnibuses" dijual di London pada tahun 1892. Kamera ini tampak seperti kamera sekali pakai.

Pada tahun 1930-an teknik fotografi lubang jarum hampir tidak ingat atau hanya digunakan dalam mengajar. Pada 1970-an fotografi lubang jarum meningkatkan popularitas. Banyak fotografer lubang jarum melakukan bereksperimen.

Tahun 1985 Lauren Smith menerbitkan The Visionary Pinhole, dokumentasi luas pertama dari keragaman fotografi lubang jarum. Munculnya internet membuat fotografi lubang jarum merambah dunia online, Harlan Wallach salah satu yang pertama mempublikasikan karya di website.

Tahun 1997, situs web visions pinhole diluncurkan untuk mendukung fotografi lubang jarum, sebagai seni dan kegiatan belajar. Pada 29 April 2001 Worldwide Pinhole Photography Day pertamakali dihelat.

Di Indonesia, penggiat fotografi lubang jarum membentuk komunitas lubang jarum Indonesia. Salah satu tokoh fotografi lubang jarum Indonesia adalah Ray Bachtiar Dradjat. Lebih lanjut tentang Komunitas Lubang Jarum (KLJ) Indonesia dapat dibaca di laman web http://kljindonesia.org/sejarah-klj.

Sekarang, komunitas lubang jarum Indonesia tumbuh di 17 kota lebih dan akan terus berkembang. KLJ Indonesia terus menjaga agar fotografi tak kehilangan elemen penting yaitu proses alkimia dari kerja rekam objek. | foto: yankodesign.com

Heboh! Foto Ular Berkepala Tujuh

14 Januari 2013 0 Komentar

Foto Ular Berkepala 7


PORTAL berita tribun-timur.com dua hari lalu menyajikan berita beredarnya foto ular berkepala tujuh di Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Berita berjudul 'Bikin Heboh! Foto Ular Berkepala 7 di Camba Beredar' dengan link 'http://makassar.tribunnews.com/2013/01/12/bikin-heboh-foto-ular-berkepala-7-di-camba-beredar' itu sempat membuat saya kaget. Menurut berita itu, kemunculan ular berkepala tujuh di Camba itu berawal dari grup/chat pribadi BlackBerry Massenger (BBM).

Namun saat memperhatikan fotonya dengan seksama, saya yakin foto ular berkepala tujuh itu bukan di Camba. Saya menduga foto ular berkepala tujuh itu hanyalah foto rekaan.

Berdasar penelurusan gambar di Google, terdapat sekitar 400 laman web yang pernah menayangkan foto serupa. Foto ular berkepala tujuh itu sudah beredar sejak beberapa tahun lalu di banyak blog. Versi pertama dari gambar ini adalah ular berkepala tiga, konon muncul di India.

Saya juga menemukan kalau sumber ular berkepala tujuh itu berasal dari foto ular berkepala tiga yang  beredar di internet dan menjadi perbincangan blogger beberapa waktu lalu. Foto ular berkepala tujuh itu adalah fake dan olah digital dari ular berkepala tiga. Bahkan foto asli ular itu berkepala satu, sebagaimana dijelaskan laman 'http://www.hiren.info/indian/gossip/fake-snakes-photos-floating-around-website-and-facebook'.

Olah digital foto ular berkepala banyak ini dapat dilakukan hanya dengan teknik sederhana dalam aplikasi pengolah gambar Photoshop, yakni teknik kloning.

Tak heran jika hal-hal aneh dan dianggap heboh memang mudah ditemukan di internet, foto atau gambar aneh dan heboh itu kemudian berpindah dari satu laman web ke banyak laman web lainnya.

Apalagi sejak BBM tren, foto atau gambar aneh dan heboh di internet kemudian beredar di BBM, lengkap dengan komentar yang mengunggahnya.

Lantas mengapa foto ular berkepala 7 itu menjadi heboh? Nampaknya masyarakat kita telanjur suka membuat atau dibuat heboh. Ingat heboh foto korban Sukhoi Superjet 100? Sumber foto juga berasal dari internet dengan waktu, kejadian, serta lokasi yang berbeda.

Demikianlah ulasan singkat saya tentang Heboh! Foto Ular Berkepala Tujuh ini. Salam photoshop! | *

Foto Berkualitas Lewat Kamera Digital

16 September 2012 0 Komentar

PRINSIP maupun teknik fotografi, memotret menggunakan kamera analog ataupun digital tidaklah jauh berbeda. Perbedaan mendasar hanya terletak pada pengunaan film (klise) pada kamera analog dan penggunaan sensor pada kamera digital. Demikian paparan yang saya sampaikan dalam sebuah diskusi fotografi.

prinsip kerja kamera digital

Seiring perkembangan teknologi, kamera digital lebih banyak disukai konsumen karena hasil dapat langsung dilihat. Bahkan jika hasil foto kurang memuaskan, pemotretan juga dapat segera diulang. Nah, berikut cara menghasilkan foto yang berkualitas lewat kamera digital:

Atur Mode Gambar Paling Besar
Keuntungan dari mode ini adalah memungkinkan foto dicetak dalam ukuran besar tanpa ancaman 'foto pecah'. Selain itu, bagian foto yang tidak dikehendaki dapat dipotong (croping) tanpa terlalu banyak mengurangi kualitas gambar. Apalah gunanya membeli kamera dengan resolusi 5, 6, atau 8 megapiksel, tapi dalam memotret mode ukuran gambar standar (bukan maksimum) tetap digunakan.

Manfaatkan Histogram dan Pengaturan ISO
Penggunaan histogram memungkinkan melihat seberapa optimal sensitivitas sensor kamera dalam menangkap gambar. Histogram akan menunjukkan area gelap dan terang pada hasil foto. Sementara pengaturan ISO atau ASA membuat hasil gambar akan lebih jernih saat ISO rendah, namun sensitivitas kamera dalam menangkap cahaya menjadi lebih rendah. Sedangkan saat ISO terlalu tinggi, hanya akan menimbulkan noise pada gambar.

Whitte Balance itu Penting
Untuk kebanyakan pengambilan gambar, dianjurkan agar dimulai dengan mode Auto white balance. Fungsinya agar kamera bisa membaca pewarnaan dari cahaya yang ada disekitarnya secara otomatis, kamera akan mengatur dirinya sendiri untuk mengoptimalkan white balance. Mode Daylight cocok untuk hari terang, sementara jika hari berawan, dianjurkan memakai mode Cloudy. Untuk mengevaluasi pewarnaan dan pencahayaan, jangan lupa lakukan tes dengan mengambil satu atau dua gambar.

Pakai Format File JPEG
Format file gambar JPEG, meskipun bersifat lossy (kurang jelas) bisa jadi merupakan pilihan terbaik. Pasalnya, ketika mengambil gambar dengan format JPEG keuntungan yang diperoleh juga berlipat karena file foro dapat diolah lagi dengan program Adobe Photoshop. Pada kamera SLR memberikan pilihan menggunakan format JPEG, TIF atau Raw. TIF biasa digunakan untuk reproduksi grafis, misalnya pada majalah dan koran. Sementara Raw, menyimpan apa adanya tanpa pemrosesan gambar lebih lanjut.

Hindari Menggunakan Zoom Digital
Sebaiknya jangan menggunakan zoom secara digital karena hanya akan membuat kinerja chip yang mengatur tingkat resolusi (piksel) pada kamera menjadi boros. Coba gunakan zoom dari lensa saja, agar bisa menghemat penggunaan chip. Selain itu hasil bidikan, saat menggunakan zoom secara digital tidak sebagus jika menggunakan zoom lensa.

Gunakan Memory Card Berkualitas
Patut diingat bahwa pengguaan memory card yang berkualitas untuk menyimpan hasil pemotretan membuat foto lebih bagus. Kecepatan rekam pengambilan gambar dengan memakai memori yang berkualitas tinggi dapat mengimbangi teknologi kamera. Misalnya dengan kartu memori berkecepatan 40x, dapat merekam 3 dari 10 jepretan berturut-turut dalam 1 detik. Sementara dengan memori 4x, hanya bisa merekam 1 gambar dalam 3 detik. Keuntungannya, dengan memori berkualitas tinggi tidak perlu mengkhawatirkan terjadinya pergeseran warna dalam foto.

Selanjutnya, selalu 'siapkan payung sebelum hujan', maksudnya pastikan melakukan backup file-file foto ke dalam CD atau DVD, sebagai antisipasi jika hard drive komputer atau laptop rusak. Demikainlah cara menghasilkan foto yang berkualitas lewat kamera digital. Selamat memotret!

Berbagi Pengetahuan Dasar Fotografi

30 Juni 2012 0 Komentar

BAGI seseorang yang baru menggemari fotografi, dunia fotografi mungkin merupakan dunia yang rumit. Anggapan ini ada benarnya, karena fotografi mengenal beragam istilah yang tidak dimengerti mnereka yang awam fotografi.

cara memotret

Karena itu, melengkapi paparan fotografi dalam blog ini, berikut saya sajikan tutorial sederhana memahami kamera dan teknik fotografi secara dasar untuk membantu para peminat baru fotografi memahami 'dunia cahaya' ini. Fotografi atau photography berasal dari kata photos yang berarti cahaya dan graphia yang berarti menulis atau menggambar.

Sehingga dapat diartikan bahwa fotografi adalah teknik melukis dengan cahaya. Karena itu, cahaya dalam fotografi merupakan eleman utama dalam memperoleh gambar. Sementara sarana utama dalam merekam dalam fotografi adalah kamera. Secara umum, dikenal dua jenis kamera, yakni kamera saku (pocket) dan kamera SLR (Single Lens Reflex).

Kamera saku biasanya digunakan untuk pemotretan non-profesional dan bersifat dokumentasi belaka, karena kemampuan teknis kamera terbatas. Sedangkan kamera SLR (atau dalam era fotografi digital ini disebut DSLR) merupakan kamera dengan jendela bidik (viewfinder) yang memberikan gambar sesuai dengan sudut pandang lensa melalui pantulan cermin yang terletak di belakang lensa.

Karena fotografi berkaitan erat dengan cahaya, maka kamera berfungsi untuk mengatur cahaya yang ditangkap image sensor (sensor gambar pada kamera digital atau film pada kamera analog). Untuk mengatur cahaya, terdapat dua hal mendasar dalam kamera, yakni Shutter Speed(kecepatan rana) dan Aperture (diafragma). Shutter speed atau kecepatan rana merupakan kecepatan terbukanya jendela kamera sehingga cahaya dapat masuk ke dalam image sensor.

Satuan shutter speed adalah detik dan sangat tergantung dengan keadaan cahaya saat pemotretan. Saat cahaya terang pada siang hari, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih cepat, semisal 1/500 detik. Sedangkan untuk malam hari yang cahayanya lebih sedikit, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih lama, semisal 1/5 detik.

Hal ini sekaligus menjelaskan mengapa foto pada malam hari cenderung buram, bahwa shutter speed yang lebih lambat memungkinkan pergerakan kamera akibat getaran tangan menjadikan cahaya bergeser sehingga foto menjadi buram atau blur. Aperture atau diafragma merupakan istilah untuk bukaan lensa. Apabila diibaratkan sebagai jendela, maka diafragma adalah tirai yang dapat dibuka atau ditutup untuk menyesuaikan banyaknya cahaya yang masuk ke dalam ruangan.

Pada kamera, aperture dilambangkan dengan huruf 'f' dan dengan satuan sebagai berikut: f/1.2, f/1.4, f/1.8, f/2.0, f/2.8, f/3.5, f/4.0 dan seterusnya. Semakin kecil angka satuan f, maka akan semakin besar bukaan lensa (f/1.4 lebih besar dibanding f/4.0). Aperture diibaratkan besar keran air dan shutter speed merupakan lama waktu keran itu dibuka, cahaya adalah airnya.

Jumlah cahaya yang masuk ke dalam sensor akan ditentukan oleh bukaan aperture serta kecepatan rana. Perpaduan antara shutter speed dan aperture yang tepat itulah yang akan menghasilkan foto yang bagus. Hal selanjutnya yang perlu dipahami dengan baik adalah komposisi gambar.

Pemahaman teknis dan penguasaan kamera mesti dibarengi dengan pengetahuan komposisi gambar yang baik agar mampu menghasilkan foto yang bagus pula. Tentang komposisi ini, akan saya sampaikan pada kesempatan berikutnya. Salam fotografi, senang dapat berbagi pengetahuan fotografi!

Menjajal Website Komunitas Foto Pixoto

23 Maret 2012 0 Komentar

tentang pixotoPAGI ini, seorang teman menampilkan sebuah foto di dinding akun Facebooknya. Foto itu berasal dari website www.pixoto.com.

Penasaran dengan situs internet ini, saya pun bergabung. Meski selama ini saya sudah cukup eksis pada sejumlah situs komunitas fotografi online sejenis, yakni; carbonmade.com, podiumfoto.com dan fineartamerica.com.

Pixoto adalah website berbasis foto komunitas online, situs yang masih dalam versi beta ini berbeda website komunitas foto online yang ada, karena mengusung konsep ImageDuel yang merupakan sistim pemberian nilai pada sebuah foto yang dilakukan ketika user melihat foto yang sedang terbuka.

ImageDuel mengusung konsep blind description, artinya foto ditampilkan tanpa informasi tambahan apapun, termasuk nama fotografer. Ketika menu ImageDuel diklik, sistem akan menampilkan secara acak dua foto yang disandingkan secara berdampingan.

User dapat memilih foto mana yang menurutnya lebih unggul dari foto lain. Setelah itu, secara acak ditampilkan lagi dua foto untuk diduelkan. Begitu seterusnya. Foto yang dipilih oleh user dianggap sebagai pemenang (win) dan foto yang tidak dipilih dianggap kalah (lose).

Pada halaman profile pemilik foto di setiap foto yang diupload, tertera akumulasi nilai yang disebut ImageScore dan angka win-lose hasil dari duel yang telah dilewati oleh foto tersebut.

Dari hasil ImageScore, foto-foto diurutkan sesuai dengan peringat nilai yang diperoleh sesuai kategori foto. Peraih nilai tertinggi dalam setiap kategori mendapat award yang ditandai dengan badge.

Menurut sejumlah user, sistem penilaian ImageDuel Pixoto sangat fair. Sebab sistem ini menampilkan foto tanpa informasi apapun sehingga user terhindar dari pemilihan subjektif. Foto yang diduelkan pun sudah melalui seleksi algoritma Pixoto.

Karena foto yang tampil pada ImageDuel telah diacak, maka akan menutup kemungkinan pemberian nilai subjektif user pada foto user lain yang dikenalnya.

Selanjutnya, Pixoto memberikan Award Best of Week untuk 20 persen foto yang berada pada peringkat teratas dari setiap kategori. Di setiap minggu Pixoto menyediakan hadiah lebih dari US $2,000 untuk foto-foto terbaik.

Foto yang meraih Award Best of Week akan diikutkan dalam pemberian Award Best of Month dan seterusnya. Pada setiap tahun, Pixoto akan memilih Best of Photographer pada setiap kategori. Penilaian semua berdasarkan perolehan ImageScore sebuah foto.

Nah, jika kamu senang memotret, saatnya menampilkan karya-karya fotomu di Pixoto dan jangan lupa follow akun saya: www.pixoto.com/ihsyah. Salam fotografi!

Yuk Motret Gerhana Bulan

15 Juni 2011 0 Komentar

GERHANA bulan total akan terjadi, Kamis (16/6/2011) dini hari ini. Gerhana akan dimulai sekitar pukul 01.25 WITA. Totalitas atau kondisi saat bulan tak tampak sama sekali akan berlangsung selama 100 menit.

Gerhana bulan total kali ini bisa disaksikan di wilayah Eropa, Afrika, Amerika Selatan, Australia dan Asia, termasuk Indonesia. Gerhana Bulan terjadi saat Matahari, Bumi dan Bulan terjadi pada satu garis lurus dimana Bumi berada diantara Matahari dan Bulan.

Tak seperti gerhana Matahari, gerhana bulan aman disaksikan dengan mata telanjang tanpa perlu pelindung. Gerhana bulan ini akan menampilkan bulan yang bersinar lebih terang dan lebih besar.

Peristiwa ini tentu menarik direkam dengan kamera. Namun, memotret bulan adalah tantangan tersendiri. Ketika mendekati penuh, bulan sangat sulit difoto karena pancaran sinarnya sangat intensif sehingga sulit mendapatkan bagian yang paling terang secara mendetil.

Pada saat bulan penuh, bumi berada antara bulan dan matahari. Sinar matahari terpantul ke arah kita sehingga tak ada bayangan untuk menyajikan kontras. Berbeda pada saat bulan sabit, yang bisa direkam dengan eksposur lebih panjang atau latar belakang yang lebih gelap untuk memperlihatkan cahaya terbaiknya.

Tempointeraktif.com menyajikan tips memotret gerhana agar mendapatkan foto yang paling indah, berikut ini:

Memotret Waktu Senja
Bila kamera Anda tak memiliki kontrol manual, pilihlah waktu pemotretan pada senja hari. Saat itu, cahaya bulan cukup terang untuk dipotret pada eksposur yang cukup pendek. Malah Anda bisa mengandalkan moda otomatis.

Bila sudah telanjur malam, pakailah lampu kilat. Lampu kilat akan memperpendek waktu eksposur sehingga bulan tak mengalami overexposure. Untuk close-up, pakailah setting pembesaran lensa paling tinggi.

Perbaiki Setting Atur ISO ke angka rendah, 80 atau 100. Bila kamera Anda memiliki moda "infinity" lebih bagus lagi. Bila tak ada, autofocus juga sudah baik.

Pakai Penopang Seperti Tripod
Aktifkan penstabil gambar di lensa. Ingat, gerakan sedikit saja sudah membuat gambar jadi tak jelas. Bila memakai DSLR, Anda membutuhkan lensa tele. Bila tak ada tripod atur ISO ke 400 atau lebih untuk mendapatkan eksposur lebih pendek tanpa membuat gambar terlalu gelap.

Harga untuk ISO yang tinggi adalah noise yang tinggi pula karena itu jangan memakai ISO terlalu tinggi.

Jangan Batasi Jepretan
Dengan kapasitas kartu memori yang besar, Anda bisa mengambil gambar beberapa kali secara berkelanjutan. Ini untuk mendapatkan hasil terbaik. Khususnya dengan kamera DSLR berlensa tele.

Memotret dengan panjang eksposur berbeda-beda akan meningkatkan kemungkinan mendapatkan foto terbaik. Bila bulan mendekati penuh, mulailah dengan ISO rendah, biasanya 100, dengan aperture f/6.6, dan panjang eksposur 1/100 detik. Secara berkala tingkatkan eksposur sampai gambar bulan menjadi gelap.

Pilih Latar Depan Menarik
Untungnya bulan bergerak lambat sehingga pastikan cukup waktu untuk mendapatkan latar depan berupa bangunan, pohon, atau obyek lain untuk mendukung gambar bulan pada posisi yang tepat.

Karena gerhana bulan ini adalah salah satu momen langka, segera siapkan kamera. Yuk, motret gerhana bulan! | **

Misteri Fotografer Marilyn Monroe

30 Mei 2011 0 Komentar

WEBSITE komunitas fotografi Fotokita.net dalam postingan terbaru blognya hari ini mengangkat topik menarik tentang foto-foto artis fenomenal Amerika era tahun 1950-an, Marilyn Monroe.

Menarik karena mengungkapkan hal yang tak diketahui publik, yakni Siapa Fotografer Monroe? Dalam artikel itu, dikemukakan bahwa dalam sebuah acara obral (baca: garage sale) tahun 1980, ditemukan foto-foto Marilyn Monroe pada masa-masa ia belum terkenal.

Orang yang beruntung mendapatkan foto-foto tersebut, seorang fotografer bernama Anton Fury. Tapi, siapa fotografernya? Fury membayar US$2 untuk sebuah map berisi dua amplop. Di dalam amplop tersebut ada foto negatif hitam-putih. Fury meletakkan foto-foto negatif tersebut di atas meja lampu, dan melihat gambar-gambar Monroe dan temannya Jane Mansfield.

Siapa yang mengambil foto-foto tersebut? Ini masih misteri. Pada beberapa foto, ada seorang pria muncul. Diperkirakan, dialah sang fotografer. David W Streets, seorang pedagang barang-barang kesenian, menerka foto-foto tersebut diambil tahun 1950, beberapa saat setelah Monroe memotong pendek rambutnya dan sebelum dia menjadi bintang besar.

Fury yang masih berniat mencari asal muasal foto, memberi izin menampilkan foto-foto tersebut di situs CNN; Marilyn Monroe photos found at garage sale still a mystery. | **

Rolleiflex Produksi Kamera Mini

14 Mei 2011 0 Komentar

PRODUSEN kamera format medium Rolleiflex memproduksi kamera mini. Kamera itu diberi nama The MiniDigi Rolleiflex AF 5.0.

Ini adalah kamera digital kecil 5-megapiksel didesain agar terlihat seperti kamera Rolleiflex 2.8F 6×6 cm refleks lensa kembar (TLR).

Kamera ini bahkan beroperasi seperti TLR sekolah tua: kamu melihat ke kamera dari atas melalui layar LCD 1.1 inci persegi.

Untuk menggunakannya, kamera harus disiapkan untuk masing-masing pemotretan dengan memutar handcrank di samping dan foto-foto yang diambil format persegi. | dari exposure-magz.com.

Tips Memotret Landscape

30 April 2011 0 Komentar

BAGI saya, memotret pemandangan alam merupakan salah satu hal yang menyenangkan. Terlebih karena mengabadikan panorama dan pesona alam melalui fotografi menjadi salah satu bentuk publikasi daerah.

Namun patut dipahami kalau memotret pemandangan alam membutuhkan kiat tertentu agar keindahan alam itu terekam dengan baik. Dalam forum diskusi online di situs komunitas fotografi berbasis web fotografer.net, pendiri dan administrator situs fotografi terbesar di kawasan Asia Tenggara itu, Kristupa W Saragih berbagi tips foto landscape, berikut ini:


Waktu Pemotretan yang Tepat
Pada saat pagi dan sore, matahari masih berada dekat cakrawala sehingga memberikan sidelight pada landscape. Sidelight mempermudah fotografer memunculkan dimensi. Selain itu, pada saat pagi dan sore pula cahaya matahari berwarna kuning sehingga memberi kesan hangat pada foto.

Menerapkan Aturan Sepertiga
Komposisi aturan sepertiga atau disebut juga the rule of rhird efektif untuk menampilkan persepsi dinamis pada foto landscape. Jika langit dalam kondisi yang menguntungkan, berikan porsi lebih banyak.

Format Lebar Berkesan Luas
Kerap kali posisi pemotretan berada dalam jarak amat dekat dengan dimensi landscape yang luas. Lensa tele bermanfaat untuk merekam detail. Lensa lebar bisa merekam landscape seluas-luasnya, asal hati-hati dengan distorsi.

Menggunakan Filter Polarisasi
Memotret outdoor di negara tropis mewajibkan fotografer memakai filter polarisasi. Filter ini populer pula dengan sebutan filter circular polarizing atau CPL. Filter ini berfungsi memekatkan warna biru langit, menambah saturasi warna dan menambah atau mengurangi refleksi.

Mencari Sudut Alternatif
Landscape yang indah pasti jadi sasaran banyak fotografer. Jika memotret dari angle itu-itu saja maka akan jadi foto yang begitu-begitu saja. Temukan sudut alternatif, misalnya low-angle. Tambahkan framing untuk mengisi ruang kosong.

Menangkap Refleksi
Fotografer seringkali terpaku pada subyek utama dan menomorduakan refleksi, bahkan malah mengabaikannya. Padahal refleksi bisa jadi unsur pengaya foto. Gunakan filter polarisasi untuk memperkuat tampilan refleksi.

Memberikan Skala
Landscape yang indah dalam dimensi luas perlu pembanding agar penikmat foto bisa memperkirakan dimensi sebenarnya. Fotografer hadir di tempat secara langsung dan mengetahui dimensi, tapi penikmat foto tidak.

Memanfaatkan Garis dan Bentuk Alam
Alam kita sudah mengandung garis, bentuk (shape) dan wujud (form) yang merupakan modal penting sebagai unsur pembangun komposisi. Demikian pula dengan pola (pattern) dan tekstur yang amat banyak dijumpai di alam secara luas.

Karena tipsnya sudah ada, sekarang saatnya memotret! | **

 
lihat versi baru dari blog ini: IHSYAH blogwork | lihat juga BLOGSPOTISME