Memahami Etika Fotografi

26 Oktober 2007

SEBUAH blog Mimimama menyajikan ulasan menarik tentang etika fotografer. Dalam ulasan itu, bahasan seputar etika fotografi dirangkum berdasar paparan penggiat Matanesia Mamuk Ismuntoro.

etika fotografi

Di situ disebutkan kalau seorang fotografer mengambil gambar atau foto di ruang publik berbeda-beda di tiap kawasan, tempat atau negara. Sebagai gambaran, kita (di Indonesia) bisa dengan nyaman memotret anak-anak di pinggiran kampung atau di mana saja saat mereka bermain.

Tapi jangan harap bisa semudah ini di Australia, mereka punya undang-undang tegas tentang perlindungan anak, maka memotret mereka lagi bermain sekalipun, tanpa ijin orang tuanya akan membawa kita ke panjara karena bisa sianggap sebagai kagiatan eksploitasi anak.

Secara etika, sebaiknya di manapun kita mau memotret, apalagi obyeknya adalah manusia, mintalah ijin dahulu, dekati dengan ramah, buat mereka dalam kondisi nyaman dan tidak asing dengan kita (fotografer). Karena 90 persen orang akan dengan senang hati menerima kedatangan kita saat diajak bicara dahulu.

Pahami kondisi mereka, apalagi mereka kita ajak bicara tentang dirinya, pasti suka. Nah, baru kita sampaikan maksud kita. Namun untuk beberapa kondisi, fotojurnalis boleh saja mengambil gambar langsung untuk mendapatkan momen yang natural.

Tapi jangan lupa bicarakan maksud kita usai memotret. Menyapanya, seperti menanyakan nama, umur, pekerjaan keluarga, sampai hal remeh-temeh lainnya. Ketika mereka balik bertanya buat apa foto itu? Katakan dengan benar apa adanya. Misalnya untuk sekedar belajar atau kepentingan pemberitaan yang baik. Jika mereka paham kita lega, namun jika mereka keberatan, jangan coba-coba mempublish secara umum. Selain tidak menghormati privacy, mereka juga bisa menuntut kita.

Perkantoran dan mall sering dianggap sebagai ruang publik. Padahal tidak, mereka ibarat pemilik rumah dan halamannya. Apalagi jika disetiap sudut ruang mall ada larangan memotret. Kita tidak boleh seenaknya ambil foto. Meski tidak semua mall dengan jelas mengumumkannya. Namun, etika jurnalistik membolehkan kita memotret rumah seseorang, kantor atau mall jika mereka terlibat dalam sebuah kasus yang layak dan berhak untuk diketahui publik.

Misalnya layak dan berhak itu, jika sebuah institusi atau seseorang mempunyai masalah yang dampaknya merugikan banyak orang, katakanlah mall yang punya masalah dengan sistem pengolahan limbah yang mencemari kampung sekitarnya. Kita dibolehkan mengambil gambarnya, atas kepentingan publik.

Selanjutnya disampaikan beberapa tips memotret orang, yakni:
  1. Minta ijin, kalau perlu jangan dahulu kamera kita,
  2. Bertanya apa saja sebelum memotret, bisa jadi akan ada inspirasi banyak saat kita bicara dahulu dengannya,
  3. Sampaikan maksud anda saat mau memotret,
  4. Tunjukkan hasil foto saat itu (jika pake digital) untuk membuat mereka nyaman dan yakin dengan kita,
  5. Catat kontak mereka, nomor handphone, alamat rumah, dan lainnya. Suatu saat kita dengan mudah akan menemukan mereka jika ada cerita yang relevan dengan foto kita kelak, dan
  6. Jangan lupa bilang terima kasih dan memohon maaf jika telah membuat mereka terganggu.
Jika setelah kita ajak bicara mereka menolak difoto, jelaskan kalau ini untuk berita yang baik atau foto yang baik. Jika tetap menolak, hormati mereka masih banyak obyek foto lain. | **

12 Komentar:

  1. fikrulcoba mengatakan...:

    Sebagai org yang baru belajar jepret sana-sini, artikel ini cukup membantu.
    Trima kasih, sebelumnya..

  1. tukangpoto mengatakan...:

    Makasih atas tipsnya mas,salam kenal.

  1. stefanibrenda mengatakan...:

    nice tips...
    thank you yah atas info nya... ^^
    sangat berguna klo lg mau hunting....

  1. Gatwin mengatakan...:

    hemm saya pernah denger juga dari temen yang kuliah di austali. Masang foto tanpa izin is a crime. Hahah Untung kita di indonesia. Tapi dilema juga saat kita mencoba untuk mendapatkan moment human interest yang natural, tapi disisi lain kita harus mempertimbangkan etika dengan minta izin dulu ke objek yang akan kita foto...
    But nice tips anyway... Thanks

    Mampir Om... ke http://photoclinics.blogspot.com/

  1. Eko mengatakan...:

    makasih bos infonya.. kalo kapan2 ane ke luar negri (kalo punya uang..amiin).. bakalan ati2 dah..

    www.my-stockphotos.blogspot.com

  1. Kamera dan Trik mengatakan...:

    thank's infonya....benar2 bermanfaat postingannya...
    salam dari new bie
    http://kadekchazzuka.blogspot.com

  1. yudin abdussalam mengatakan...:

    wah..sangat bermanfaat
    makasi admin..

    mampir sini ya kak

    http://disini-aku-bugil.blogspot.com/search/label/my%20pyschographic

  1. Faisal Amin Nasution mengatakan...:

    tipsnya bagus..
    terimakasih om infonya. salam kenal

  1. Anonim mengatakan...:

    TIPS PENYIMPANAN KAMERA
    1. Simpan kamera beserta kotak ditempat yang kering.
    2. Sebelumnya masukkan silica gel blue tanpa kemasan kedalam kotak kamera.
    3. Ganti dengan yang baru bila silica telah berubah warna atau maksimal 1 bulan pemakaian.
    4. Order sekarang juga CP: Donny Cahyo Priyono 03191931712 / 081331949115

  1. renra mengatakan...:

    mantab infonya gan....terus semangat yach....makasih

  1. Davi mengatakan...:

    thx buat infonya gan, saya juga ingin mengundang Anda untuk mengikuti Kontes video kreatif AVANZA, Total hadiah 75 Juta rupiah. jangan lupa ikut serta yah. info lengkap: http://www.facebook.com/avanzanation?v=app_113935375335692&ref=ts

Posting Komentar

 
IHSYAH blogwork | lihat juga BLOGSPOTISME