Tampilkan postingan dengan label Literasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Literasi. Tampilkan semua postingan

Pelajaran Komputer: Fungsi Tombol Keyboard

6 Februari 2019 0 Komentar



Bagi kamu yang baru belajar mengoperasikan perangkan komputer, mungkin masih asing dengan papan keyboard. Kenapa tombolnya begitu banyak? Pertanyaan dasar itu sering muncul dalam pelajaran komputer.

Kalau sudah mengetahui fungsi dari masing-masing tombol, maka akan mempercepat kinerja menggunakan komputer.

Kebanyakan jenis keyboard yang digunakan adalah QWERTY, yang diambil dari 6 huruf berurutan pada baris kedua dari tombol alfanumerik papan keyboard. QWERTY didesain sedemikian rupa agar tombol yang paling sering ditekan terpisah letaknya sejauh mungkin, sehingga bisa meminimalkan kemacetan pada saat mengetik, seperti pada mesin ketik mekanik.

Setiap tombol-tombol yang ada pada keyboard juga memiliki fungsinya masing-masing. Namun juga ada fungsi baru ketika menggabungkan dua tombol yang ditekan secara bersamaan.

Keyboard memiliki tombol-tombol yang memiliki peranannya masing-masing. Dalam keyboard ada tombol Alfabet dari A-Z yang berfungsi untuk menuliskan huruf A-Z. Selain tombol tersebut, ada beberapa tombol lain yang biasanya ada pula pada setiap keyboard sesuai standar.

Fungsi tombol selain tombol alfabet pada keyboard:

Back Space berfungsi untuk mendelete satu karakter yang telah terlanjur diketik. Jika digabungkan dengan Tombol Ctrl maka fungsi dari Tombol Back Space tidak lagi mengapus satu karakater dari depan, melainkan menghapus satu kata dari depan. Satu kata merupakan kumpulan dari beberapa karakter yang dipisahkan oleh spasi.

Caps Lock, apabila tombol ini ditekan maka lampu akan menyala dimana menunjukkan bahwa huruf besar atau kapital yang digunakan, namun jika mati maka huruf normal yang dipakai yakni huruf kecil sebagaimana biasanya.

Delete untuk menghapus satu karakter yang berada pada posisi di belakang kursor. Jika digabungkan dengan tombol ctrl maka fungsi dari tombol delete tidak lagi mengapus satu karakater yang berada di belakang kursor, melainkan menghapus satu kata yang berada di belakang kursor.

End berfungsi untuk memindahkan kursor ke akhir baris dari tulisan. Jika digabungkan dengan tombol ctrl maka tombol end akan berfungsi untuk langsung menuju pada bagian akhir dari lembar kerja.

Esc yang berfungsi dalam membatalkan sebuah perintah yang sudah dilakukan di menu. Semua perintah yang terlanjur diberikan akan dibatalkan seketika jika tombol esc ditekan.

Enter berfungsi untuk berpindah ke baris yang baru dari baris yang lama. Selain itu tombol enter juga memiliki fungsi sebagai perintah tegas dilaksanakannya sebuah perintah yang diberikan kepada program yang ada di komputer.

Home memiliki fungsi untuk membawa kursor ke sudut kiri atas atau awal baris. Jika digabungkan dengan tombol ctrl maka tombol home akan berfungsi untuk langsung menuju pada bagian awal dari lembar kerja.

Page Up memiliki fungsi untuk menggerakkan baris satu layar ke arah atas.

Page Down memiliki fungsi kebalikan dari page up yakni untuk menggeserkan satu garis ke bawah.

Tab berfungsi untuk memindahkan kursor dalam satu tabulasi ke arah kanan. Jika ditekan terus maka perintah tersebut akan berulang yakni terus memindah kursor dalam satu tabulasi ke arah kanan dari posisi awal.
Selain itu, ketika menggunakan program Office, ada beberapa tombol keyboard yang memiliki fungsi lain yang bisa dilakukan kombinasi atau penggabungan dengan tombol lainnya.

Fungsi tombol dengan awalan F1-10 pada keyboard:

F1:
- Menjalankan fungsi pertolongan yang di sediakan pada Word.
- Tombol Win + F1 akan membuka Microsoft Windows help and support center.

F2:
- Memindahkan teks atau objek yang dipilih
- Untuk di windows dapat digunakan sebagai jalan pintas mengubah nama suatu file maupun folder.
- Tombol kombinasi Alt + Ctrl + F2 digunakan untuk membuka dokumen baru di Microsoft Word.
- Ctrl + F2 menampilkan jendela print preview dalam Microsoft Word.

F3:
- Menjalankan perintah AutoText
- Sering kali diguanakan untuk membuka fitur pencarian untuk banyak program termasuk Microsoft Windows.
- Jika kalian sedang bekerja dalam Ms word atau yang lain dapat menggunakan CTRL+F atau mencari file di windows dapat menggunakan Win+F
- Shift + F3 akan mengubah teks dalam Microsoft Word menjadi uppercase(huruf besar) atau lowercase(huruf kecil) atau huruf kapital pada awal setiap kata.

F4:
- Mengulangi perintah sebelumnya
- Membuka jendela.
- Mengulangi aksi terakhir yang dilakukan di Word 2000 +
- Alt + F4 akan menutup program yang sedang aktif dalam Microsoft Windows.
- Ctrl + F4 akan menutup jendela yang terbuka dalam jendela aktif saat ini di Microsoft Windows.

F5:
- Menjalankan perintah Find and Replace atau Goto
- Mungkin tombol ini yang paling populer untuk me reload halaman di browser maupun untuk refresh tampilan windows.
- Buka window pencarian, penggantian kata di Microsoft Word.
- Mulai tayangan slide show dalam PowerPoint.

F6:
- Menjalankan Perintah Other Pane
- Memindahkan kursor ke address bar di Internet Explorer dan Mozilla Firefox.

F7:
- Memeriksaan kesalahan ketik dan ejaan teks
- Biasanya digunakan untuk memeriksa ejaan dan tata bahasa (spelling) dalam program-program - - - - Microsoft seperti Microsoft Word, Outlook, dll
- Shift + F7 melakukan pemeriksaan Thesaurus pada kata yang disorot.
- Menyalakan tsobat sisipan browsing di Mozilla Firefox.

F8:
- Awal perintah penyorotan/pemilihan teks atau objek
- Fungsi tombol yang digunakan untuk masuk ke menu Windows startup, biasanya digunakan untuk masuk ke Windows Safe Mode.

F9:
- Mengupdate Field (Mail Merge)
- Membuka toolbar Pengukuran dalam Quark 5.0.

F10:
- Mengaktifkan Menu
- Pada Microsoft Windows digunakan untuk mengaktifkan menu bar dari aplikasi yang terbuka.
- Shift + F10 adalah sama dengan klik kanan pada icon yang disorot, file, atau link internet.

F11:
- Memasukkan field berikutnya (Mail Merge)
- Modus layar penuh di pada web browser.

F12:
- Mengaktifkan dialog Save As
- Membuka menu Save As pada Microsoft Word.
- Ctrl + Shift + F12 mencetak/print dokumen di Microsoft Word.

Fungsi tombol kombinasi CTRL + pada keyboard:

Ctrl + A: Select All
- Ctrl + B: Bold
- Ctrl + C: Copy
- Ctrl + D: Font
- Ctrl + E: Center Alignment
- Ctrl + F: Find
- Ctrl + G: Go To
- Ctrl + H: Replace
- Ctrl + I: Italic
- Ctrl + J: Justify Alignment
- Ctrl + K: Insert Hyperlink
- Ctrl + L: Left Alignment
- Ctrl + M: Hanging Indent
- Ctrl + N: New
- Ctrl + O: Open
- Ctrl + P: Print
- Ctrl + Q: Normal Style
- Ctrl + R: Right Alignment
- Ctrl + S: Save/Save As
- Ctrl + T: Left Indent
- Ctrl + U: Underline
- Ctrl + V: Paste
- Ctrl + W: Close
- Ctrl + X: Cut
- Ctrl + Y: Redo
- Ctrl + Z: Undo
- Ctrl + 1: Single Spacing
- Ctrl + 2: Double Spacing
- Ctrl + 5: 1,5 lines
- Ctrl + Esc: Start Menu

Fungsi tombol-tombol tambahan pada keyboard:

- ALT + ENTER (Melihat properti untuk item yang dipilih)
- ALT + F4 (Menutup item aktif, atau keluar dari program aktif)
- ALT + ENTER (Menampilkan properti dari objek yang dipilih)
- ALT + SPACEBAR (Buka menu shortcut untuk jendela aktif)
- ALT + TAB (Beralih antara item yang terbuka)
- ALT + ESC (Cycle melalui item dalam urutan yang mereka telah dibuka)
- ALT + SPACEBAR (Tampilan menu Sistem untuk jendela aktif)
- CTRL + ESC (Menampilkan menu Start)
- CTRL + F4 (Menutup dokumen aktif dalam program-program yang memungkinkan Anda untuk memiliki beberapa dokumen yang terbuka secara bersamaan)
- ARROW (Buka menu berikutnya ke kanan, atau membuka submenu)
- LEFT ARROW (Buka menu sebelah kiri, atau menutup submenu)
- BACKSPACE (Melihat folder satu level ke atas di My Computer atau Windows Explorer)
- ESC (Membatalkan tugas sekarang)
- SHIFT ketika memasukkan CD-ROM ke dalam CD-ROM (Mencegah CD-ROM secara otomatis bermain/autoplay)
- SHIFT + F10 (Menampilkan menu shortcut untuk item yang dipilih)

Fungsi lainnya dari tombol-tombol pada keyboard:

Keyboard Shortcuts Dialog Box

- CTRL + TAB (Move forward melalui tab)
- CTRL + SHIFT + TAB (Bergerak mundur melalui tab)
- TAB (Move forward melalui pilihan)
- SHIFT + TAB (Bergerak mundur melalui pilihan)
- ALT + huruf yang digarisbawahi (Lakukan perintah yang sesuai atau pilih opsi yang sesuai)
- ENTER (Lakukan perintah untuk opsi atau tombol aktif)
- SPACEBAR (Pilih atau menghapus kotak centang jika pilihan yang aktif adalah check box)

Arrow tombols/tombol panah (Pilih sebuah tombol jika pilihan aktif adalah group tombol pilihan)

- Tombol F1 (Menampilkan Help)
- Tombol F4 (Menampilkan item dalam daftar aktif)
- BACKSPACE (Membuka folder satu tingkat ke atas jika folder dipilih dalam Simpan Sebagai atau Buka kotak dialog)

Microsoft Natural Tombolboard Shortcuts 

- Logo Windows (Menampilkan atau menyembunyikan menu Start)
- Logo Windows + D (Menampilkan the desktop)
- Logo Windows + E (Membuka My Computer)
- Logo Windows + F (Mencari for a file atau folder)
- Logo Windows + F1 (Menampilkan Windows Help)
- Logo Windows + L (Mengunci keyboard)
- Logo Windows + M (Meminimalkan semua jendela)
- Logo Windows + R (Membuka kotak dialog Run)
- Logo Windows + U (Membuka Utility Manager)
- Logo Windows + BREAK (Menampilkan System Properties dialog box)
- Logo Windows + SHIFT + M (Memulihkan jendela yang diminimalkan)
- CTRL + Windows Logo + F (Mencari for komputer)

Accessibility Tombolboard Shortcuts

- Right SHIFT selama delapan detik (Beralih FilterTombols on atau off)
- LEFT ALT + LEFT SHIFT + PRINT SCREEN (Beralih High Contrast on atau off)
- LEFT ALT + LEFT SHIFT + NUM LOCK (Mengaktifkan MouseTombols on atau off)
- SHIFT lima kali (Mengaktifkan StickyTombols on atau off)
- NUM LOCK selama lima detik (Mengaktifkan ToggleTombols on atau off)
- Logo Windows + U (Membuka Utility Manager)

Windows Explorer Tombolboard Shortcuts

- END (Menampilkan bagian bawah jendela aktif)
- HOME (Menampilkan bagian atas jendela aktif)
- NUM LOCK + Asterisk sign (*) (Tampilkan semua subfolder yang berada di bawah folder yang dipilih)
- NUM LOCK + Plus sign (+) (Menampilkan isi dari folder yang dipilih)
- NUM LOCK + Minus sign (-) (Collapse folder yang dipilih)
- LEFT ARROW (Collapse pilihan saat ini jika diperluas, atau pilih folder utama)
- RIGHT ARROW (Menampilkan pilihan saat ini, atau pilih subfolder pertama)

Shortcut Tombols for Character Map Tombol pintas untuk Peta Karakter

- Setelah Anda klik dua kali pada grid karakter karakter, Anda dapat bergerak melalui grid dengan menggunakan cara pintas tombolboard:
- RIGHT ARROW (Pindah ke kanan atau ke awal baris berikutnya)
- LEFT ARROW (Pindah ke kiri atau ke akhir baris sebelumnya)
- UP ARROW (Pindah ke atas satu baris)
- DOWN ARROW (Pindah ke bawah satu baris)
- PAGE UP (Pindah ke atas satu layar pada satu waktu)
- DOWN (Pindah ke bawah satu layar pada satu waktu)
- HOME (Pindah ke awal baris)
- END (Pindah ke akhir baris)
- CTRL + HOME (Pindah ke karakter pertama)
- CTRL + END (Pindah ke karakter terakhir)
- SPACEBAR (Beralih antara yang lebih besar dan Normal ketika seorang karakter yang dipilih)

Microsoft Management Console (MMC) Main Window Tombolboard Shortcuts

- CTRL + O (Open yang disimpan konsol)
- CTRL + N (Buka konsol baru)
- CTRL + S (Save the open console)
- CTRL + M (Menambah atau menghapus item konsol)
- CTRL + W (Buka jendela baru)
- F5 tombol (Update konten dari semua jendela konsol)
- ALT + SPACEBAR (Menampilkan menu jendela MMC)
- ALT + F4 (Close the console)
- ALT + A (Menampilkan the Action menu)
- ALT + V (Menampilkan the View menu)
- ALT + F (Menampilkan the File menu)
- ALT + O (Menampilkan the Favorites menu)

Konsol MMC Window Tombolboard Shortcuts

- CTRL + P (Mencetak halaman aktif atau aktif pane)
- ALT + tanda Minus (-) (Menampilkan menu jendela jendela konsol yang aktif)
- SHIFT + F10 (Menampilkan the Action menu shortcut untuk item yang dipilih)
- Tombol F1 (Membuka topik Bantuan, jika ada, untuk item yang dipilih)
- Tombol F5 (Update konten dari semua jendela konsol)
- CTRL + F10 (Memaksimalkan jendela konsol yang aktif)
- CTRL + F5 (Memulihkan jendela konsol yang aktif)
- ALT + ENTER (Menampilkan kotak dialog Properties, jika ada, untuk item yang dipilih)
- Tombol F2 (Ubah nama item yang dipilih)
- CTRL + F4 (Close jendela konsol yang aktif. Ketika sebuah konsol hanya memiliki satu jendela konsol, jalan pintas ini akan menutup konsol)

Remote Desktop Connection Navigation

- CTRL+ALT+END (Open the m*cro$oft Windows NT Security dialog box
- ALT + PAGE UP (Beralih antara program dari kiri ke kanan)
- ALT + PAGE DOWN (Beralih antara program dari kanan ke kiri)
- ALT + INSERT (Cycle melalui program-program yang terakhir digunakan)
- ALT + HOME (Menampilkan menu Start)
- CTRL + ALT + BREAK (Beralih komputer klien antara jendela dan layar penuh)
- ALT+DELETE (Menampilkan the Windows menu) ALT + DELETE (Menampilkan the Windows menu)
- CTRL + ALT + Minus sign (-) (Membuat snapshot dari jendela aktif klien pada clipboard server Terminal dan menyediakan fungsi yang sama dengan menekan PRINT SCREEN pada komputer lokal.)
- CTRL + ALT + Plus sign (+) (Membuat snapshot dari seluruh area jendela klien pada clipboard server Terminal dan menyediakan fungsi yang sama dengan menekan ALT + PRINT SCREEN pada komputer lokal.)

Itulah penjelasan fungsi masing-masing tombol pada keyboard komputer. Untuk tombol di laptop, fungsinya masih sama, cum beberapa tombol dipersingkat dan ada beberapa fungsi ganda dari pengabungan beberapa tombol.  **

Sebutan 'Daeng' dalam Tradisi Bugis-Makassar

24 Mei 2016 0 Komentar


Sebutan 'Daeng' dalam tradisi Bugis-Makassar merupakan bentuk pelestarian adat-budayanya. Masyarakat umum sering memberikan julukan tersebut kepada setiap orang perantauan dari suku Bugis-Makassar.

Dalam tradisi budaya Bugis-Makassar, sebutan Daeng pada dasarnya hampir sama dari unsur pengidentifikasiannya, namun sedikit berbeda dalam penerapannya.

Mengutip rappang.com, dalam bahasa Bugis, kata Daeng berarti kakak. Kata ini pada umumnya disematkan untuk orang yang lebih tua, misalnya seorang adik yang memanggil saudara yang lebih tua, digunakan dalam lingkup keluarga yang sudah saling mengenal.

Sedangkan dalam kebudayaan Makassar, kata Daeng selain sebagai sapaan kepada orang yang lebih tua, juga berfungsi sebagai nama tambahan (nickname), selain nama kandung yang sudah dibawa sejak aqiqah.

Suku Bugis mengenal 3 strata sosial, yaitu Arung (bangsawan kasta tertinggi), To Maradeka (masyarakat umum) dan Ata (budak). Dalam penempatan kata 'Daeng' sebagai identifikasi strata maka golongan To Maradeka yang familiar menggunakan julukan tersebut.

Sedangkan suku Makassar mengenal 4 stratafikasi sosial, yaitu Kare (tokoh Religi), Karaeng (Raja atau bangsawan), Daeng (kalangan pengusaha) dan Ata (budak).

Maka sebutan Daeng pada hakikatnya memiliki beragam makna jika dilihat dari penyatuan tradisi ini, yaitu: Daeng berasal dari kata Makassar; 'Pa’doangeng' yang berarti  untuk 'doa' dan harapan, yang kemudian terucap menjadi 'Paddaengang'.

Daeng merupakan simbol penghambaan dari nama Tuhan. Daeng merupakan penegasan sebagai seorang dari golongan Bangsawan. Daeng merupakan gelar untuk seorang yang dijadikan panutan karena keberanian, kejujuran dan kepintarannya.

Daeng diberikan untuk seorang yang berjasa dan biasanya gelar yang diberi sesuai dengan keadaan orang itu, misalnya ada orang Amerika yang diberi gelar Daeng Rate. Rate berarti tinggi karena kebetulan memang orangnya memiliki fisik yang tinggi.

Dalam tradisi Bugis-Makassar, nama 'Paddaengang' (pemberian gelar Daeng) atau Karaeng diberikan oleh orang tua kepada anaknya dengan merujuk nama-nama Paddaengang milik orang-orang tua mereka atau kerabat dekat dalam keluarga mereka. Nama Paddaengang tidak pernah dibuat baru karena merujuk dari silsilah keluarga.

Dalam perkembangannya saat ini, sebutan 'Daeng' mengalami distorsi dalam interaksi sosial. Nama "Paddaengang' dianggap ketinggalan jaman dan tidak modern. Generasi yang lebih muda akhirnya mengalami pergeseran dan kesalahan pemahaman atas makna gelar Daeng dikarenakan penggunaannya yang lebih bersifat umum.

Pengayuh becak, pedagang sayur dan ikan keliling serta beberapa pelaku industri non formil lainnya biasa disapa dengan panggilan Daeng, sehingga banyak orang menganggap kalau sebutan Daeng berasosiasi kepada mereka yang berada pada strata sosial bawah.

Jika mengacu pada tradisi Bugis-Makassar sesaui paparan di atas, maka sebutan Daeng sejatinya adalah sebuah Gelar Kehormatan. (**)

Puisi Enigma dalam Buku Sekolah

29 April 2012 0 Komentar

Puisi Enigma Ilham Halimsyah dalam Buku SekolahSETELAH menemukan dua puisi saya terpublikasi dalam dua blog, saya juga menemukan puisi berjudul "Enigma" pada buku pelajaran untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA).

Puisi ini saya tulis sekitar tahun 2001 dan ikut dibukukan dalam kumpulan puisi dan esai "Hijau Kelon & Puisi 2002" dengan penyunting Sutardji Calzoum Bachri dan diterbitkan Penerbit Buku Kompas, Jakarta (2002).

Dalam "Buku Sekolah Elektronik (BSE)" berjudul; "Kompetensi Berbahasa dan Sastra Indonesia untuk Kelas X SMA dan MA" yang ditulis oleh Syamsuddin AR dan kawan-kawan itu, puisi "Enigma" ini terdapat di halaman 57 dan menjadi salah satu contoh soal untuk materi pelajaran mendengarkan dan mengungkapkan isi puisi.

Puisi Enigma Ilham Halimsyah
Saya sempat kaget saat melihat puisi saya ini terbit dalam buku terbitan Pusat Perbukuan Departeman Pendidikan Nasional, Jakarta (2009) ber-ISBN 978-979-068-916-9 tersebut, karena seingat saya pihak penerbit tak pernah melakukan konfirmasi langsung atas diterbitkannya karya itu sebagai materi ajaran siswa.

Seorang teman menyarankan agar saya menanyakan hak royalti sebagai hak penulis atas pemuatan karya saya tersebut kepada pihak penyusun atau penerbit buku yang hak cipta bukunya telah dibeli oleh Departeman Pendidikan Nasional dari penerbit PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Namun saya binggung, bagaimana melakukannya. Kalau melihat sejumlah puisi yang juga terdapat dalam buku itu, nampaknya karya-karya sastra tersebut diambil atau disadur dari buku "Hijau Kelon & Puisi 2002". Saya memang tak paham kaidah pemuatan ulang puisi dari satu buku ke buku lainnya, apakah hal ini melanggar hak cipta atau tidak.

Untuk sementara, saya berpendapat, kalau buku ini diterbitkan secara komersial, tentu saja saya juga berhak mendapat "bagi hasil" penjualan buku ini. Namun kalau buku ini diedarkan non-komersial, setidaknya saya sudah melakukan "bagi ilmu".

Saya juga berpendapat, kalau diterbitkannya karya puisi saya dalam buku "Kompetensi Berbahasa dan Sastra Indonesia untuk Kelas X SMA dan MA" ini menjadi wujud apresiasi penyusun buku terhadap karya saya untuk dibaca dan dipelajari oleh para siswa.

Namun, jika kelak menemukan unsur pelanggaran hak cipta dalam pemuatan puisi saya dalam buku tersebut, saya tentu akan mempertimbangkan langkah lainnya. Salam. | *

Membaca Lagi Makassar Nol Kilometer

18 Januari 2012 2 Komentar

PUKUL 7 malam, udara sedikit dingin. Sisa hujan sore tadi masih menempel di jendela. Kubuka lebar jendela kamarku, agar udara leluasa bertukar tempat, setelah itu aku bergegas ke kamar mandi.

Sehabis mandi kukemasi perlengkapan memotretku ke dalam tas. Sebab malam ini, saya harus bertugas mendokumentasikan pesta perkawinan seorang kawan...

...Di belakang pintu masuk, sebahagian tamu terlihat antri mengisi buku tamu yang telah disediakan. Beberapa diantaranya diberi cenderamata setelah mengisi buku tamu tersebut. Saya berjalan menuju pelaminan yang terletak di sisi dalam gedung. Nampak kedua mempelai sudah berdiri di sana.

Dengan pakaian pengantin adat Bugis-Makassar berwarna merah mereka nampak cerah apalagi pakaian yang dikenakannya serasi dengan ornamamen lamming yang juga di dominasi warna merah.


Itu adalah penggalan tulisan saya yang terdapat dalam buku "Makassar Nol Kilometer". Buku pertama yang merekam warga Kota Makassar kontemporer lengkap dengan karnaval budayanya, seperti merayakannya di alun-alun; di titik nol kilometer.

Buku ini berisi 49 tulisan yang dihasilkan 15 penulis muda Makassar dan diterbitkan oleh Penerbit Ininnawa. Terbit pertamakali pada tahun 2005 dan diterbitkan ulang (edisi revisi) pada tahun 2011.

Saya ikut berpartisipasi dalam buku ini dengan menyumbang lima artikel, sebuah kehormatan yang terabadikan. Saat itu, saya memang sedang belajar menekuni aktifitas tulis-menulis bersama kawan-kawan di komunitas Tanahindie, bersama dua penulis muda-berbakat Makassar, Jimpe dan Lelaki Bugis.

Untuk tetap mengungkap denyut kehidupan yang khas dan unik di Kota Makassar, Makassar Nol Kilometer kini 'terbit' online lewat website; http://makassarnolkm.com. | **

Mengkaji Kearifan Budaya Lokal

9 Januari 2012 2 Komentar

SEBUAH buku berjudul "Kearifan Budaya Lokal; Membangun Moralitas Bangsa Sekaitan Kebijakan Pendidikan di Sulawesi Selatan (studi kasus Kabupaten Maros) diluncurkan dua hari lalu.

Buku ini diterbitkan Lembaga Pengkajian Strategis Salewanggang (LEPASS) Maros kerjasama Pustaka Indonesia Press dengan editor Muh Zaenal Hasyim.

Secara umum buku ini terbagi dalam tiga bagian, yakni pappaeng atau pappasang, musik tradisional sebagai substansi budaya lokal, serta pau-pau rikadong atau cerita rakyat.

Buku ini diterbitkan untuk menjawab kegelisahan saat nilai-nilai budaya lokal mulai tergerus, sebuah kecemasan sosial terhadap pembangunan karakter generasi muda yang mulai terkontaminasi globalisasi. Karena sebuah masyarakat yang mampu mempertahankan kebudayaan lokalnya, akan menjadi bagian dari masyarakat dunia yang tak punya ciri khas.

Menurut Kaimuddin Mabbaco, salah seorang penulis buku, artikel dalam buku ini lahir dari penelitian melalui wawancara langsung dengan budayawan dan pemerhati seni sebagai nara sumber, juga melalui tinjauan pustaka melalui kajian naskah-naskah kuno dan memperhatikan kebiasaan masyarakat.

Lelaki tampan yang akrab disapa Sang Baco ini juga mengemukakan kalau buku ini diharapkan menjadi materi budaya lokal dalam kurikulum pendidikan sekolah. | baca juga catatan buku ini di Tribun Timur

Kenangan Jusuf Kalla Tentang Soeharto

12 Juni 2011 0 Komentar

MANTAN Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) Jusuf Kalla punya kesan tersendiri terhadap mantan Presiden RI Soeharto.

Saat masih hidup, Soeharto sempat berpesan agar Jusuf Kalla yang akrab disebut JK menjaga negeri ini dengan baik. Pesan itu diucapkan saat JK berkunjung ke kediaman Soeharto di jalan Cendana, Jakarta Pusat.

“Pak Jusuf, jagalah negeri ini. Jaga persaudaraan negeri ini. Saya bilang, terima kasih Pak,” ungkap JK mengutip pesan Soeharto yang lebih sering disapa Pak Harto saat memberikan sambutan dalam peluncuran buku 'Pak Harto, The Untold Stories' di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Selain pesan itu, satu kalimat yang sangat terkenang bagi JK adalah saat Pak Harto memberikan selamat atas penyelesaian konflik di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). JK lantas menceritakan perjalanan kehidupan sang mantan presiden itu. JK mengungkapkan, sebagai Bapak Pembangunan, Pak Harto memulai tugasnya di masa yang sulit.

“Tahap demi tahap sangat terperinci, beliau memulai dengan tahap pembangunan ekonomi, lima tahun. Beliau hanya bicara pertanian saja, tahapan itu yang menjadi dasar bagi tahapan lain,” ungkap JK. JK juga menuturkan arti penting menghormati pemimpin atas jasa-jasanya.

Bahkan, JK percaya kebaikan Pak Harto lebih banyak dibandingkan kekurangannya. Sosok Pak Harto yang responsif mampu menjadi teladan bagi siapa pun. Bahkan, apa yang dilakukan sekarang sudah pernah dilakukan Pak Harto pada 30 tahun lalu, misalnya percepatan pembangunan, swasembada pangan.

Buku 'Pak Harto, The Untold Stories' ini memuat sebanyak 113 narasumber yang menuliskan kisah Pak Harto dalam buku setebal 600 halaman. Termasuk dalam narasumber itu ialah mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad, mantan Presiden Filipina Fidel Ramos, mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew dan Raja Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah.

Kehadiran buku ini kemudian menjadi perbincangan hangat di negeri ini. Buku yang diluncurkan tepat pada peringatan 90 tahun lahirnya Soeharto ini ditulis oleh 5 orang penulis yang berisi tentang sisi humanis Soeharto yang belum pernah diungkapkan.

Buku yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama ini selain menceritakan kehidupan Soeharto yang tak terungkap ke publik, juga memuat berbagai foto yang jarang diketahui publik. Buku ini adalah kenangan dari keluarga, sahabat, kawan, bahkan lawan politik Soeharto. Mereka yang menjadi narasumber punya pengalaman bersentuhan langsung dengan Soeharto.

Penggalan-penggalan kisah humanis Pak Harto yang ada dalam buku 'Pak Harto, The Untold Stories' ini, dapat dibaca di vivanews, sebagai pengantar untuk memahami isi buku sebelum beredar secara resmi pada 30 Juni ini. | **

Diaspora Bugis di Alam Melayu Nusantara

7 Agustus 2010 0 Komentar

SEUSAI mengirim citizen reporter untuk media lokal di Makassar, sebuah pesan baru hadir di inbox email saya. Pesan itu datang dari teman-teman di Penerbit Ininnawa Makassar.

Mereka menyampaikan informasi terbitnya buku terbaru berjudul; "Diaspora Bugis di Alam Melayu Nusantara". Foto sampul pada buku ini menampilkan suasana senja di Paotere.

Buku yang bercerita tentang perpindahan besar-besaran orang Bugis ke luar kampungnya di Sulawesi Selatan pada paruh kedua abad ke-17, utamanya karena perang yang berujung pada labilnya keadaan politik.

Awalnya eksodus kalah perang ini menyelamatkan diri dari tindak balas dendam. Cerita tentang pengungsi ini memang lebih sering tragis, namun di balik itu ada juga cerita sukses yang spektakuler.

Buku ini merupakan kompilasi esai peneliti seperti Ahmad Sahur, Andi Faisal Bakti, Arief Subhan, Badrus Soleh, Barbara E Andaya, Christian Pelras, Fauzan Saleh, Greg Acciaioli, Hendro Prabowo, Leonard Y Andaya, Mashadi Said, Moh. Fahri Yasin, dan Tonang Mallongi.

Lembaran halaman buku ini hadir untuk menjelaskan perihal diaspora Bugis di alam Melayu Nusantara. Atas keinginan sendiri mereka pindah dan hidup damai dengan membentuk komunitas yang memiliki ikatan kuat ke mana pun mereka pergi. Pendidikan Islam formal dan non-formal pun mereka bentuk dan dirikan.

Tertarik untuk membaca buku ini, saya pun berniat untuk memesannya secara langsung melalui 085656681100 (SMS), email; kampungbuku [at] ininnawa.com dan distribusiininnawa [at] gmail.com atau datang langsung ke Kampung Buku, Jl Abdullah Daeng Sirua 192 E (samping Kantor Lurah Pandang Kompleks CV Dewi) Makassar. | **

Kuasa Berkat dari Belantara dan Langit

16 November 2009 0 Komentar


Para perempuan lari dari kampungnya malam itu, masuk hutan seraya berteriak dan menanggalkan pakaian. Dalam keadaan kerasukan roh-roh hutan belantara, mereka naik pohon beringin, barana', dan menari di atas dahannya hingga dini hari.

Ritual perempuan itu menjadi salah satu ritual sangat menarik yang diberi perhatian dalam buku ini. Orang Toraja hidup di kawasan pegunungan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Akar-akar agama tua mereka, aluk toyolo, berasal dari masa sebelum agama Hindu dan Agama Buddha masuk di Indonesia sekitar 1500 tahun lalu. Aluk Toyolo memiliki ciri-ciri yang berhubungan dengan perbedaan antara unsur-unsur perempuan dan laki-laki.

Cerita itu merupakan bagian dari buku Kuasa Berkat dari Belantara dan Langit: Struktur Transformasi Agama Orang Toraja di Mamasa, Sulawesi Barat [Power of Blessing from the Wilderness and from Heaven: Structure and Transformations in the religion of the Toraja in the Mamasa area of South Sulawesi].

Buku ditulis Kees Buijs dan diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh Ronald Arulangi. Diterbitkan Penebit Ininnawa dan KITLV-Jakarta, cetakan pertama, November 2009. Buku setebal 337 + vi halaman ini dieditori Anwar J Rachman.

Dalam buku ini, beberapa ritual tua diurai rinci, seperti ritual berburu kepala, ritual naik pohon barana', dan ritual kesuburan. Begitu pula dengan ritual lain yang terkait kelahiran, pernikahan, dan kematian diberi perhatian, terutama dimana mereka memperlihatkan perubahan-perubahan terkait fokus yang terdapat dalam agama.

Dulu dewa-dewa langit bersama dengan para dewa di bumi diharapkan memberkati pelaksana ritual-ritual, sekarang unsur dewa-dewa di bumi hampir tidak ada lagi. Transformasi ke arah langit bersama latar belakangnya diberi banyak perhatian dalam buku ini.

Kees Buijs (1944) pernah bekerja di Sulawesi dalam bidang pembinaan warga Gereja Toraja Mamasa. Di samping melaksanakan tugas di gereja, dia juga mengumpulkan banyak data antropologi agar kebudayaan Toraja Mamasa dapat disimpan dan dianalisa.

Sebagai hasil studi antropologi tesisnya dipertahankan di Universitas Leiden, Belanda, pada tahun 2004 dengan Judul Power of Blessing from the Wilderness and from Heaven. (**)

** dari penerbit-ininnawa.blogspot.com

Novel AMARAH: April Makassar Berdarah

5 Agustus 2008 0 Komentar

PEKAN lalu, teman saya, Rasmi Ridjang Sikati, mengirimkan dua buah buku untuk saya baca. Kedua buku itu adalah novel terbarunya yang berjudul “Mencari Jejak Amarah.”

april makassar berdarah

“Mencari Jejak Amarah” bercerita tentang tragedi Amarah atau April Makassar Berdarah yang terjadi tahun 2006 silam di Makassar. Dalam novel ini, Inka (sapaan akrab Rasmi) mengajak pembaca menelusuri terjadinya peristiwa Amarah.

Peristiwa ini bermula dari aksi mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar yang menolak Surat Keputusan (SK) Walikota Makassar Nomor 900 Tahun 2006 tentang Kenaikan Tarif Angkutan Kota. Sebagai imbas dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kala itu.

Demonstrasi mahasiswa itu kemudian bentrok dengan aparat keamanan dan berakhir dengan penyerbuan aparat militer ke kampus UMI, mengingatkan kita pada beberapa aksi penolakan kenaikan harga BBM yang marak saat itu.

Amarah memang meninggalkan jejak yang terus ditelusuri, inilah yang menjadi latar cerita novel ini. Mencari jawaban atas terjadinya peristiwa yang merenggut tiga nyawa mahasiswa UMI kala itu, Saiful Biya, Andi Sultan Iskandar, dan Tasrif Daming.


Novel “Mencari Jejak Amarah” ini terdiri dari beberapa cerita yang dibagi dalam lembaran 1 sampai 21 pada buku I dan lembaran 22 sampai lembaran 37 pada buku II. Saya pun makin tertarik dengan novel ini, pasalnya bagi saya merekonstruksi peristiwa dalam bentuk novel bukanlah hal mudah. | baca juga di Panyingkul!

Wajah Kota: 400 Tahun Makassar

6 Juli 2007 0 Komentar

SEJAK tahun 1950 hingga sekarang, wajah kota Makassar terus berubah. Perubahan ini lantas menjadi inspirasi lahirnya buku ini. Berawal dari keinginan menggambarkan wajah kota Makassar dulu dengan wajahnya sekarang.

wajah kota makassar

Buku ini disusun dengan mengamati foto beberapa tempat bersejarah yang sudah ada sejak dulu. Berdasarkan riset foto koleksi Museum Kota Makassar dan sumber lainnya.

Foto tersebut kemudian dipotret ulang untuk memberi gambaran kondisinya sekarang. Sebagai pelengkap, ditampilkan beberapa fasilitas kota yang baru dan yang saat ini masih dalam proses pembangunan.

Buku "Wajah Kota: 400 Tahun Makassar" adalah potret Makassar diusianya yang ke-400 tahun. Buku setebal 32 halaman ini, berisi 65 foto full color karya Ilham Halimsyah dan Harianto Sirajuddin. Buku ini diterbitkan oleh Bagian Humas Pemerintah Kota Makassar pada Juni 2007.| **

Aceh Dukaku, Sebuah Tanda Kabung

23 Januari 2007 0 Komentar

SEBUAH buku tentang Aceh terbit. Buku itu berjudul; "Aceh Dukaku, Sebuah Tanda Kabung" diterbitkan sebagai sumbangan renungan pemikiran para penulisnya sebagai bentuk empati mereka terhadap peristiwa gempa dan tsunami di Aceh.

aceh dukaku

Buku yang diharapkan dapat menjadi tugu ingatan bersama (collective memories), agar bangsa ini tidak menjadi bangsa bebal yang senantiasa gagal dan lupa mengambil saripati hikmah pada setiap kejadian yang menimpa.

Buku ini susun oleh Muhary Wahyu Nurba dengan pemeriksa aksara M Aan Mansyur, cetakan pertama terbit pada Februari 2005 oleh Gora Pustaka Indonesia dengan 150 halaman. Di buku ini, saya berkesempatan menyumbangkan satu puisi, yakni:

Kota Kita Kini Punah

dulu waktu belum memilah usia dan kota kita belum punah
pernah kubayangkan di sini ada sebuah taman
tempat memandang sekumpulan merpati beterbangan
dan menisik sayap di sela percakapan

atau sebuah danau tempat memandang
sekumpulan angsa berenang
dan bermain riak gelombang di sela perbincangan

kita pun bertukar cerita tentang harapan yang tak retak
atau waktu yang tak berpihak
seperti Cut Nyak Dien yang setia bertarung hingga ajal

tapi kini waktu telah memilah usia dan kota kita kini punah

Selain saya, para penulis buku ini ialah Ishak Ngeljaratan, Yahya, Moch Hasyimi Ibrahim, Ahyar Anwar, Rahman Arge, Maya, AM Iqbal Parewangi, Djunaidi M Dahlan, Lily Yulianti Farid, Aslan Abidin, Mansyur Semma, Sudirman HN.

Ada juga Fauzan Mukrim, Rady A Gani, Ambo Enre Abdullah, Shaifuddin Bahrum, Yudistira Sukatanya, Muhary Wahyu Nurba, Akhmad K Syamsuddin, Anwar Jimpe Rahman, M Aan Mansyur, Rachmad Baro, Hendragunawan S Thayf, M Anis Kaba. | *

Buku Makassar Nol Kilometer

19 Januari 2007 0 Komentar

WARUNG H Abdullah ini terletak tidak jauh dari warung Sop Sentral, tepatnya di Pasar Senggol, sekitar Jalan Cokroaminoto. Warung rintisannya masih sederhana: cukup sepasang meja panjang dan bangku untuk pelanggan ditambah gerobak untuk panci tempat memasak kuah sop racikannya.


makassar nol kilometer

Sebagai warung makan baru, H Abdullah mentok disoal nama. “Saya tak ingin menyamai nama warungnya bosku,” kenangnya, matanya menerawang. Namun setelah berpikir keras, warung barunya itu kemudian diberi nama: Warung Sop Saudara.

“Saya ingin orang yang lewat di depan warung ini nantinya bersedia mampir makan, karena mengganggap bahwa yang penjual di dalam adalah saudara ji atau keluarga ji,” katanya seraya tersenyum.


Cerita di atas adalah penggalan tulisan berjudul; Legenda Sop Saudara. Satu dari lima ulasan saya yang dimuat dalam buku "Makassar Nol Kilometer".

Buku ini berisi 49 tulisan yang dihasilkan 15 penulis muda ini memotret Fenomena (kejadian yang lambat laun menjadi sesuatu yang rutin), seperti iringan mayat atau perang antar-kelompok. Komunitas (kelompok masyarakat di Makassar yang memiliki sifat khusus), seperti waria di Lapangan Karebosi sampai Suporter PSM.

Juga Ruang (penanda kota atau ruang publik), seperti Lapangan Karebosi dan Fort Roterdam, serta Kuliner (jajanan yang biasa ditawarkan di Makassar), seperti Sop Saudara, Coto atau Sarabba. Makassar Nol Kilometer diterbitkan oleh Penerbit Ininnawa (2005), sebuah buku untuk mereka yang ingin tahu budaya-pop Makassar dan sekitarnya. | *

Sajak dengan Huruf Tak Cukup

14 Januari 2007 0 Komentar

SEJUMLAH puisi saya terbit dalam buku antologi puisi berjudul Sajak dengan Huruf Tak Cukup. Buku ini memuat 77 sajak dari 11 penyair muda Sulawesi Selatan, menjadi fragmen yang lazim dalam kesusastraan Indonesia.

sajak dengan huruf tak cukup

Dalam kata pengantar yang ditulis oleh penyair Aslan Abidin, disebutkan, usaha keras seperti yang dilakukan sekelompok anak muda yang suka berdiskusi dan menulis sajak itu, telah terbukti sepuluh tahun terakhir, terbukti ikut menentukan nasib kesusastraan Indonesia. Dengan begitu, tiap generasi berpeluang menjadi bandul penting yang menggerakkan zamannya.

Seperti yang telah dilakukan para penyair muda ini, setidaknya menegaskan bahwa mereka telah mengguratkan sesuatu pada masyarakatnya. Para penyair ini, mungkin akan lebih bersikeras lagi, dan akan lebih mempesona lagi. | *

 
lihat versi baru dari blog ini: IHSYAH blogwork | lihat juga BLOGSPOTISME