PUKUL 7 malam, udara sedikit dingin. Sisa hujan sore tadi masih menempel di jendela. Kubuka lebar jendela kamarku, agar udara leluasa bertukar tempat, setelah itu aku bergegas ke kamar mandi.
Sehabis mandi kukemasi perlengkapan memotretku ke dalam tas. Sebab malam ini, saya harus bertugas mendokumentasikan pesta perkawinan seorang kawan...
...Di belakang pintu masuk, sebahagian tamu terlihat antri mengisi buku tamu yang telah disediakan. Beberapa diantaranya diberi cenderamata setelah mengisi buku tamu tersebut. Saya berjalan menuju pelaminan yang terletak di sisi dalam gedung. Nampak kedua mempelai sudah berdiri di sana.
Dengan pakaian pengantin adat Bugis-Makassar berwarna merah mereka nampak cerah apalagi pakaian yang dikenakannya serasi dengan ornamamen lamming yang juga di dominasi warna merah.
Itu adalah penggalan tulisan saya yang terdapat dalam buku "Makassar Nol Kilometer". Buku pertama yang merekam warga Kota Makassar kontemporer lengkap dengan karnaval budayanya, seperti merayakannya di alun-alun; di titik nol kilometer.
Buku ini berisi 49 tulisan yang dihasilkan 15 penulis muda Makassar dan diterbitkan oleh Penerbit Ininnawa. Terbit pertamakali pada tahun 2005 dan diterbitkan ulang (edisi revisi) pada tahun 2011.
Saya ikut berpartisipasi dalam buku ini dengan menyumbang lima artikel, sebuah kehormatan yang terabadikan. Saat itu, saya memang sedang belajar menekuni aktifitas tulis-menulis bersama kawan-kawan di komunitas Tanahindie, bersama dua penulis muda-berbakat Makassar, Jimpe dan Lelaki Bugis.
Untuk tetap mengungkap denyut kehidupan yang khas dan unik di Kota Makassar, Makassar Nol Kilometer kini 'terbit' online lewat website; http://makassarnolkm.com. | **
Membaca Lagi Makassar Nol Kilometer
IHSYAH
18 Januari 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Populer
-
Dalam aktifitas blogging, blogwalking dipahami sebagai salah satu bentuk silaturahmi antar blogger. Kegiatan mengunjungi blog orang lain ini...
-
KOMPILASI seniman Maros tampil menyajikan tari tradisional 4 etnik; Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja yang diisi tradisi Angngaru di ruang...
-
SEUSAI mengirim citizen reporter untuk media lokal di Makassar, sebuah pesan baru hadir di inbox email saya. Pesan itu datang dari teman-te...
-
PADA acara lepas tahun 2011, Bupati Maros HM Hatta Rahman mengemukakan, dalam tahun 2012 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros akan melakukan...
-
JIKA di banyak daerah di Indonesia, opor ayam, rendang atau semur menjadi hidangan utama dalam merayakan lebaran Idul Fitri, namun di Makass...
-
SEBUAH buku tentang Aceh terbit. Buku itu berjudul; "Aceh Dukaku, Sebuah Tanda Kabung" diterbitkan sebagai sumbangan renungan pemi...
-
AKHIR pekan ini, saya memilih berkumpul dengan teman-teman lama. Teman-teman kampus yang dulu 'senasib' merambah rimba pengetahuan d...
-
“YA ALLAH, berilah aku kesempatan menghirup udara bulan Ramadhan,” begitulah doa para sahabat generasi awal Islam. Doa itu mereka lantunkan ...
Kalau mauki bukunya gimana kakak???
Bisaki kirimkan???