UNTUK memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para pewarta foto maka untuk pertamakalinya Pewarta Foto Indonesia (PFI) menyelenggarakan lomba foto Anugerah PFI 2009.
Lomba foto hanya terbuka untuk pewarta foto (WNI) yang bekerja di media massa lokal, nasional, dan kantor berita asing atau pewarta foto lepas yang bekerja untuk media cetak atau online di seluruh Indonesia. Foto yang dilombakan tidak harus dimuat.
Peserta wajib melampirkan foto copy Id Pers dalam format digital. Bagi pewarta foto lepas harus bisa menunjukkan nama media, melampirkan surat penugasan, dan mengisi kontak person referensi seseorang dari media yang menugaskan pada formulir pendaftaran. Peserta wajib mengisi dan melampirkan formulir pendaftaran.
Formulir pendaftaran bisa diunduh di www.pewartafotoindonesia.com. Lomba ini tidak dipungut biaya. Semua karya foto tunggal atau esai harus diambil pada periode waktu antara 1 Januari 2009 sampai dengan 31 Desember 2009.
Peserta wajib mengirimkan karya foto dengan format JPG ke alamat email: anugerah@pewartafot oindonesia.com dan via pos ke alamat; Sekretariat Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2009, jalan Lawu Nomor 11 Guntur, Jakarta Selatan, 12980. Kedua cara pengiriman tersebut wajib dilakukan peserta. Jika tidak, panitia berhak melakukan diskualifikasi.
Panitia akan memberi konfirmasi melalui email kepada seluruh peserta yang telah mengirimkan foto. Sisi terpanjang foto yang dikirim melalui email adalah 2000 pixel skala medium dan via pos dengan sisi terpanjang minimal 3000 pixel skala tertinggi. Foto yang dikirim melalui pos harus disimpan dalam bentuk cakram padat (CD).
Karya fotojurnalistik yang dikirim harus benar-benar karya orisinal. Olah digital pada karya yang dikirimkan diperbolehkan sebatas minor editing. Lomba foto terdiri dari 7 kategori yaitu: Sosial (Sos), Politik (Pol), Hukum (Huk), Ekonomi (Ek), Olah Raga (OR), Seni dan Buudaya (SB) dan Esai Foto (EF).
Jumlah foto yang dikirim untuk kategori maksimal 5 foto per kategori. Untuk kategori Esai Foto maksimal megirimkan 2 tema, tiap tema maksimal tujuh foto.
Penamaan file foto harus disesuaikan berdasarkan ketentuan; Nomor Foto_Kategori_ Judul_Nama Media_Nama Fotografer. Penulisan kategori disingkat sesuai ketentuan di atas. Contoh: 1_Sos_Menangis_ Jakarta Post_Ricky Yudhistira.jpg atau 2_Sos_Terbakar_ Jakarta Post_Ricky Yudhistira.jpg
Batas akhir pengiriman foto via email dan pos tanggal 7 Januari 2010 (cap pos). Foto yang dikirim ke panitia lomba tidak dikembalikan dan akan digunakan untuk kepentingan PFI selama maksimal dua tahun. Total hadiah lomba foto Anugerah PFI 132 juta ditambah tropi.
PFI menunjuk tim juri independen yang terdiri dari lima pewarta foto, anggota dewan juri, Oscar Motuloh (Kantor Berita Antara), Julian Sihombing (Harian Kompas), Seno Gumira Ajidarma (Seniman), Kemal Jufri (Freelance dari Imaji) dan Enny Nuraeni (Kantor Berita Reuters).
Keputusan juri tidak bisa diganggu gugat. Juri memiliki hak untuk menolak satu karya yang didaftarkan yang dianggap tidak memenuhi persyaratan. | **
Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2009
IHSYAH
26 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Populer
-
MALAM ini seorang teman bertanya melalui SMS, apa kriteria penilaian dalam sebuah lomba foto? Singkat, saya menjawab, sebenarnya tak ada kri...
-
PEKAN lalu, Sabtu (19/11), kawan kawan dari Komunitas Blogger Maros melakukan sosialisasi pemanfaatan internet ke sekolah. Kegiatan ini meru...
-
PEKAN ini berita media tanah air diramaikan penolakan rencana konser primadona dunia Lady Gaga yang sedianya digelar pada 3 Juni 2012 mendat...
-
*Doa ulang tahun Islami terbaik untuk diri sendiri, anak, suami/istri, sahabat dan kerabat Di hari ulang tahun, ada merayakannya dengan be...
-
Selama bertahun-tahun 'Pengkhianatan G30S/PKI' menjadi film laris Indonesia. Hingga 1995, film ini ditonton hampir 700 ribu orang, d...
-
SAAT ini saya seringkali menemukan penggunaan kata "dimana" yang kurang tepat. Terutama saat kata "dimana" itu dimaksudk...
-
Di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) selalu ada tanda sejumlah larangan, diantaranya dilarang merokok, dilarang memotret, dan...
-
Pernahkah kamu membayangkan bagaimana Fotografi dilakukan di jaman dahulu? Bagaimana para Fotografer pionir menemukan hasrat mereka pada ker...
0 Komentar:
Posting Komentar